Pelatihan Safety Riding Grab di 5 Kota Libatkan Ribuan Mitra
Grab bersama Kemenhub dan AISI gelar pelatihan berkendara aman di 5 kota, libatkan 1.052 mitra untuk tingkatkan keselamatan di jalan.
Ilustrasi gempa bumi./IST-Liputan6.com
Harianjogja.com, AMBON--Dampak gempa beruntun yang menguncang Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat pada Kamis (10/10/2019) Subuh hingga pagi hari, mengakibatkan para orang tua tidak mengizinkan anaknya ke sekolah.
"Saya tidak mengizinkan ketiga anak ke sekolah di kelurahan Lateri, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon karena mengikuti perkembangan gempa yang dirilis BMKG seja Kamis subuh," kata salah seorang orang tua murid di desa Passo, kecamatan Teluk Ambon, Helena di Ambon, Kamis.
Dia merujuk, gempa melanda Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat pada pukul 04.45 WIT di wilayah yang sama pada koordinat 3.4 LS-128.39 BT terjadi gempa dengan magnitudo 2,6. Selanjutnya, gempa bumi dengan magnitudo 3,2 melanda Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat , Kamis Subuh pukul 05.00 WIT.
"Yang membuat khawatir adalah gempa bumi yang terjadi pada pukul 06:47:50 WIT pada koordinat 3.68 Lintang Selatan dan 128.16 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut dan dirasakan III MMI di Kota Ambon dan jaraknya hanya 3 KM Utara Ambon," jelas Helena.
Apalagi, gempa susulan berlanjut magnitudo 2,6 pada pukul 08.39 WIT dan 2,7 pukul 09.03 WIT Karena itu, dia telah menelpon guru dari ketiga anaknya untuk meminta izin tidak ke sekolah pada Kamis.
"Pusing bila anak ke sekolah lalu dihantui gempa yang masih mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, makanya lebih baik diliburkan," kata Helena.
Sedangkan, warga kelurahan Lateri, Simon mengemukakan, tidak mengizinkan anaknya ke sekolah karena khawatir gempa susulan sejak Rabu (9/10/2019) pagi.
"Saya ini PNS di kantor Gubernur Maluku yang saat gempa menguncang berlarian keluar ruangan dan tidak kembali bekerja lagi bersama dengan teman-teman lainnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon, Andi Azhar Ruzdin menegaskan, gempa bumi tektonik susulan dengan magnitudo 3,4 yang terjadi pada Kamis, (10/10) tidak berpotensi gelombang tsunami.
"Yang baru terjadi itu tidak berpotensi terjadi gelombang pasang dan masih aman," katanya.
Pusat gempa bumi berada di laut, tepatnya dalam Teluk Ambon sehingga guncangannya membuat anak-anak di sekolah kembali berhamburan ke luar ke halaman sekolah.
BMKG tetap mengimbau masyarakat Pulau Ambon, Seram Bagian Barat dan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah untuk tetap tenang atau tidak panik saat terjadi gempa bumi susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Grab bersama Kemenhub dan AISI gelar pelatihan berkendara aman di 5 kota, libatkan 1.052 mitra untuk tingkatkan keselamatan di jalan.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Kemendag menyebut harga referensi dan HPE biji kakao naik tajam pada Agustus 2026 akibat gangguan pasokan dan dampak El Nino.
Ditjenpas memastikan video viral penggerebekan rumah dinas Kalapas Waingapu merupakan video lama pada 2024. RB telah dicopot dan diproses hukum.
Harga BBM Pertamina, BP, dan Shell per 1 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, sementara diesel di BP dan Shell naik.
UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4.