Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Ilustrasi gempa bumi./IST-Liputan6.com
Harianjogja.com, AMBON--Dampak gempa beruntun yang menguncang Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat pada Kamis (10/10/2019) Subuh hingga pagi hari, mengakibatkan para orang tua tidak mengizinkan anaknya ke sekolah.
"Saya tidak mengizinkan ketiga anak ke sekolah di kelurahan Lateri, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon karena mengikuti perkembangan gempa yang dirilis BMKG seja Kamis subuh," kata salah seorang orang tua murid di desa Passo, kecamatan Teluk Ambon, Helena di Ambon, Kamis.
Dia merujuk, gempa melanda Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat pada pukul 04.45 WIT di wilayah yang sama pada koordinat 3.4 LS-128.39 BT terjadi gempa dengan magnitudo 2,6. Selanjutnya, gempa bumi dengan magnitudo 3,2 melanda Kairatu, kabupaten Seram Bagian Barat , Kamis Subuh pukul 05.00 WIT.
"Yang membuat khawatir adalah gempa bumi yang terjadi pada pukul 06:47:50 WIT pada koordinat 3.68 Lintang Selatan dan 128.16 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut dan dirasakan III MMI di Kota Ambon dan jaraknya hanya 3 KM Utara Ambon," jelas Helena.
Apalagi, gempa susulan berlanjut magnitudo 2,6 pada pukul 08.39 WIT dan 2,7 pukul 09.03 WIT Karena itu, dia telah menelpon guru dari ketiga anaknya untuk meminta izin tidak ke sekolah pada Kamis.
"Pusing bila anak ke sekolah lalu dihantui gempa yang masih mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya, makanya lebih baik diliburkan," kata Helena.
Sedangkan, warga kelurahan Lateri, Simon mengemukakan, tidak mengizinkan anaknya ke sekolah karena khawatir gempa susulan sejak Rabu (9/10/2019) pagi.
"Saya ini PNS di kantor Gubernur Maluku yang saat gempa menguncang berlarian keluar ruangan dan tidak kembali bekerja lagi bersama dengan teman-teman lainnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Ambon, Andi Azhar Ruzdin menegaskan, gempa bumi tektonik susulan dengan magnitudo 3,4 yang terjadi pada Kamis, (10/10) tidak berpotensi gelombang tsunami.
"Yang baru terjadi itu tidak berpotensi terjadi gelombang pasang dan masih aman," katanya.
Pusat gempa bumi berada di laut, tepatnya dalam Teluk Ambon sehingga guncangannya membuat anak-anak di sekolah kembali berhamburan ke luar ke halaman sekolah.
BMKG tetap mengimbau masyarakat Pulau Ambon, Seram Bagian Barat dan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah untuk tetap tenang atau tidak panik saat terjadi gempa bumi susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.