Harga Beras Dipantau di 458 Titik, Mafia Beras Jadi Sasaran
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Foto ilustrasi hujan ringan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sabtu. Sejumlah kota besar di Indonesia diprakirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Prakirawan BMKG Afif Shalahuddin menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi adanya daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah. Fenomena itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan yang dilaluinya sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.
Daerah Konvergensi Tingkatkan Potensi Hujan
Berdasarkan informasi BMKG, daerah konvergensi memanjang di Selat Malaka, pesisir barat Sumatera Utara, pesisir barat Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Kondisi atmosfer tersebut mampu meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sepanjang wilayah yang dilintasi konvergensi maupun konfluensi.
Tanjung Selor Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
BMKG memprakirakan Tanjung Selor menjadi salah satu kota besar yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Cuaca di wilayah tersebut juga berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar lainnya, yaitu:
Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Padang, Bengkulu, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Mamuju, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Merauke
Sejumlah Kota Diprediksi Berawan
BMKG juga memprakirakan beberapa kota besar hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari, meliputi Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Jakarta, Jogja, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong
BMKG Ingatkan Pengelola PLTA Antisipasi El Nino
Sebelumnya, pada Kamis (30/7), BMKG mengimbau seluruh pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia agar menyusun rencana penggunaan air secara terukur untuk mengantisipasi peningkatan beban listrik selama fenomena El Nino.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan lonjakan konsumsi energi nasional umumnya terjadi bersamaan dengan berkurangnya cadangan air waduk ketika cuaca panas hingga kekeringan berlangsung.
"Informasi mengenai curah hujan sangat penting untuk menentukan rencana penggunaan air di PLTA-PLTA. Biasanya cuaca panas itu memicu lonjakan konsumsi energi, sehingga informasi iklim ini sangat digunakan untuk menentukan langkah-langkah antisipasinya," kata Ardhasena.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
Dinkes Bantul menemukan bakteri Bacillus sp pada menu bistik galantin dalam kasus keracunan MBG di Jetis yang menimpa 53 orang.
Amran mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai label. Kerugian konsumen diperkirakan mencapai Rp89 triliun.
Utang luar negeri Indonesia mencapai Rp8.211,8 triliun per Juli 2026, naik 4,9% YoY. ULN publik naik, sedangkan swasta terkontraksi.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul diperpanjang demi mengurangi risiko tebing runtuh. DPRD DIY juga soroti potensi ekonomi dan pariwisata.
Serah terima jabatan Menkeu berlangsung singkat. Purbaya hanya menyampaikan 57 kata sebelum menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara.