2.250 KK di Solo Terindikasi Judol, Bansos Diblokir
Sebanyak 2.250 KPM di Solo terindikasi terafiliasi judi online. Penyaluran bansos dihentikan dan pemulihan diperkirakan pada triwulan IV 2026.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pelajar STM di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019) hanya berlangsung beberapa menit. Mereka lantas dijemur polisi. /Suara.com-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com, JAKARTA- Demo menolak RKUHP di DPR juga diikuti para pelajar STM.
Satu anak STM dilarikan ke IGD Rumah SAkit Pelni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019), setelah terluka di kepala akibat bentrok dengan aparat kepolisian.
Dia dibawa oleh teman-temannya memakai sepeda motor ke RS tersebut. Setidaknya, ada empat rekan siswa berinisial MA tersebut yang menemani.
RK, kawan MA, mengatakan para pelajar mendatangi gedung DPR untuk berdemonstrasi sepulang sekolah untuk memperjuangkan penolakan terhadap beragam RUU bermasalah, salah satunya RKUHP.
Ia mengatakan, RKUHP banyak mengandung pasal-pasal bermasalah, terutama mengatur mengenai hubungan intim.
”Kan kami di sekolah juga belajar PPKN bang. Jadi anak-anak juga tahu kok mana pasal-pasal yang tak penting,” tukasnya.
Ia memisalkan, kalau hanya nongkrong di pinggiran jalan bisa saja ditangkap karena dianggap gelandangan.
”Terus anak cewek kalau pulang malam bisa ditahan. Kami ini orang bawah, tapi tahu juga politik dari PPKN,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMK korban kericuhan aksi unjuk rasa di belakang gedung DPR kawasan Palmerah dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Pelni.
Korban adalah siswa SMK Sumpah Pemuda di Joglo, Jakarta Barat berinisial MA yang menurut teman-temannya mengalami robek di bagian kepala.
Dia datang diantar oleh teman-temannya menggunakan motor dan langsung berlari menuju ke IGD RS Pelni dengan memegang kepala yang dibalut perban.
Menurut keterangan teman korban bernama panggilan Oki, polisi menembakkan gas air mata dan para siswa SMK tersebut kemudian melarikan diri menjauhi daerah Palmerah.
Menurut dia, banyak siswa yang tengah dirawat di Puskesmas Palmerah setelah polisi melakukan pembubaran massa.
Ratusan siswa SMK dan STM melakukan demonstrasi di belakang gedung DPR. Mereka melempari kawasan tersebut dengan batu dan petasan, hingga polisi akhirnya menembakkam gas air mata untuk membubarkan massa.
Mereka meneriaki polisi untuk membuka akses masuk menuju gerbang DPR.
Aksi siswa SMK dan STM itu dilakukan setelah pada Selasa (24/9) ribuan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR.
Mereka meminta DPR untuk membatalkan pengesahan beberapa undang-undang yang dianggap bermasalah seperti RUU KUHP, revisi UU KPK, dan RUU Pertanahan.
Aksi pada Selasa berakhir dengan kericuhan yang menyebabkan kerusakan beberapa fasilitas umum seperti halte TransJakarta dan gerbang tol dalam kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 2.250 KPM di Solo terindikasi terafiliasi judi online. Penyaluran bansos dihentikan dan pemulihan diperkirakan pada triwulan IV 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dan panjang. Simak kebutuhan cairan dan cara mencegah dehidrasi saat cuaca panas.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini Selasa 15 September 2026 tersedia di PJR Temon. Cek jadwal, lokasi, jam layanan dan syaratnya.
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, SIM Keliling, Saturday Night Service, dan syarat perpanjangan.