27 Santri dan 2 Guru Meninggal dalam Kebakaran di Sebuah Pesantren Alquran

Ilustrasi. - Reuters
20 September 2019 14:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MONRIVIA-- Kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Alquran di dekat Ibu Kota Monrivia, Liberia pada Rabu (18/9/2019) pukul 11 malam waktu setempat.

Api merembet memasuki pintu masuk gedung utama pesantren saat para santri tertidur hingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri.

Seorang saksi mata Pastor Emmanuel Herbert mengatakan, dia terbangun setelah melihat kobaran api dan langsung membunyikan alarm.

"Ketika saya melihat melalui jendela, saya melihat seluruh tempat menyala dengan api," katanya seperti yang dikutip dari laman BBC.

Namun, ia tidak bisa memasuki gedung karena hanya ada satu akses pintu masuk.

Dilaporkan kepolisian setempat, insiden tersebut merenggut 29 nyawa yang terdiri dari 27 orang santri dan dua orang guru meninggal dunia. Sementara dua santri lainnya berhasil lolos dari kobaran api.

Petugas kepolisian pun masih berusaha mengevakuasi para korban di dalam gedung.

Juru bicara kepolisian Moses Carter kepada Reuters mengatakan, kebakaran tersebut disebabkan oleh masalah kelistrikan, namun polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Presiden Liberia George Weah langsung meninjau lokasi kebakaran untuk mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Ini adalah masa-masa paling sulit, tak hanya bagi keluarga yang kehilangan tapi juga bagi warga Liberia. Kita harus bersatu menghadapi situasi ini," ungkapnya.

Kebakaran yang menewaskan puluhan nyawa itu disebut sebagai salah satu bencana terburuk di Afrika Barat. Pada Kamis (19/9/2019) George Weah menetapkan sebagai hari berkabung nasional.

Sumber : Suara.com