Advertisement
Kasus Bos Krishna Alam Sejahtera Dilimpahkan ke Kejari Klaten
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN - Berkas kasus investasi bodong dengan tersangka bos PT Krishna Alam Sejahtera Klaten, Alfarizi, telah dilimpahkan penyidik Polres Klaten ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten.
Itu merupakan penyerahan tahap II yang meliputi berkas maupun tersangka. Penyerahan dilakukan pada Jumat (13/9/2019) pukul 14.00 WIB.
Advertisement
Berdasarkan pantauan Solopos.com di Kejari Klaten, pelimpahan tahap II dengan menyertakan sejumlah barang bukti dan tersangka ini dipimpin Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah. Pelimpahan itu diterima Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Klaten, Adi Nugraha.
Penasihat hukum Alfarizi dari Jogja terlihat mendampingi. Sejumlah barang bukti yang disertakan penyidik Polres Klaten, di antaranya uang senilai Rp3,38 miliar, tiga unit mobil, dan satu unit sepeda motor.
BACA JUGA
Di Kejari Klaten, uang miliaran rupiah yang disita dari Alfarizi itu sempat dihitung kembali di hadapan kasipidum. “Hari ini [kemarin], kami lakukan pelimpahan tahap II. Barang bukti yang kami sertakan itu milik Alfarizi. Setelah pelimpahan ini, otomatis kewenangannya berada di Kejari Klaten. Selama menjalani pemeriksaan di Polres Klaten, Alfarizi terbilang kooperatif,” kata AKP Dicky Hermansyah, saat ditemui wartawan di Kejari Klaten, Jumat (13/9/2019).
Selama pelimpahan tahap II, Alfarizi sempat dijebloskan ke sel tahanan di Kejari Klaten. Setelah itu, Alfarizi dihadirkan di hadapan Kasipidum Kejari Klaten saat pengecekan barang bukti dan tersangka.
Pengecekan barang bukti dan tersangka dilakukan di lantai II Kejari Klaten. “Saya pasrah saja. Istri dan anak saya berada di Jakarta. Mereka bilang ke saya agar bersabar. Sekarang tidak bisa berkomunikasi karena tak punya telepon seluler [ponsel],” kata Alfarizi.
Alfarizi mengatakan bisnis yang dijalankan di Ceper, Klaten, sudah mengantongi surat izin dari Kemenkumham RI. Saat disinggung apakah dirinya ingin mengembalikan uang milik mitra di PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi tidak memberikan keterangan secara detail.
“Saya sudah tidak punya uang. Uang sebagai modal itu [modal usaha] sudah disita polisi. Jumlah mitra di sana [Krishna Alam Sejahtera] mencapai 1.000-an orang. Saya tak pernah promosi. Mereka sendiri yang datang,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, jumlah korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan Alfarizi mencapai 1.810 orang. Total kerugian yang dialami ribuan korban itu mencapai Rp17,7 miliar.
Alfarizi dijerat Pasal 378 atau 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Sebelum berurusan dengan Polres Klaten, Alfarizi yang merupakan seorang residivis kasus yang sama dan pernah memilki usaha yang sama di Purworejo pada 2009.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, Minggu 15 Feb
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Edukasi Gizi MBG di SDN Margomulyo I, 145 Siswa Diajari Isi Piringku
- Kota Jogja Pastikan Harga Pangan Stabil Menjelang Ramadan 2026
- Kongres ILMISPI 2026 di UNY Tetapkan Zufar Jadi Koorpus
- Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp76.500, Bawang Merah Rp44.350
- Prabowo Minta TPA Open Dumping Dihentikan, Sampah Ditangani dari Hulu
- Utang Pemerintah Tembus Rp9.637,9 Triliun, Rasio 40,46 Persen PDB
- Bank Jateng Resmikan KCP RSUD Moewardi dan Donasi Ambulans
Advertisement
Advertisement



