Advertisement

Gunung Lawu Kebakaran, Pencari Madu Tawon Diduga Jadi Dalangnya

Abdul Jalil
Sabtu, 14 September 2019 - 02:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gunung Lawu Kebakaran, Pencari Madu Tawon Diduga Jadi Dalangnya Petugas bersama warga memadamkan api yang membakar lahan hutan Gunung Wilis, Jumat (13/9 - 2019). (Istimewa/BPBD Magetan)

Advertisement

Harianjogja.com, MAGETAN - Lereng Gunung Lawu sebelah timur yang tepatnya berada di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jumat (13/9/2019) terbakar sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan ada sekitar 3 hektare lahan hutan di Gunung Lawu terbakar, Jumat pagi.

Advertisement

Warga dan petugas kemudian langsung sigap untuk memadamkan api tersebut. Hal ini supaya api tidak merambat ke lahan yang lebih luas. Apalagi, saat ini banyak rumput dan tumbuhan yang mengering karena musim kemarau.

"Kami mendapat laporan dari warga yang melihat asap tebal di lereng Gunung Lawu," kata Fery.

Menurut keterangan warga setempat, kata dia, api bersumber dari pencari madu tawon yang membakar jerami. Namun, api tersebut ditinggal begitu saja oleh para pencari madu tawon itu.

Akibatnya api membesar dan merambat ke semak-semak yang kering. Tim BPBD bersama warga setempat selanjutnya memadamkan api tersebut dengan cara manual. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kami masih melakukan pemantauan terkait kejadian tersebut. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat menyalakan api atau membakar sampah," jelasnya.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : solopos.com/Madiunpos.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini 19 April dari Palur hingga Tugu

Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini 19 April dari Palur hingga Tugu

Jogja
| Minggu, 19 April 2026, 02:17 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement