PKB Kumpulkan 250 Pesantren, Bahas Kasus Kekerasan Seksual
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Ilustrasi gempa bumi/JIBI
Harianjogja.com, JEMBER--Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (11/9/2019) dini hari pukul 00.12 WIB dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi itu berkekuatan 4,8 SR dan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,34 LS dan 113,40 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 km barat daya kota Jember, Jawa Timur pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Malang Musripan saat dihubungi dari Kabupaten Jember.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, lanjut dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng IndoAustralia dan Eurasia.
"Getaran gempa bumi itu dilaporkan telah dirasakan di daerah Blitar, Trenggalek, Malang, Lumajang, Banyuwangi dalam skala intensitas II - III MMI," katanya.
Ia menjelaskan pihaknya juga belum mendapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi 4,8 SR yang mengguncang Kabupaten Jember tersebut.
"Hingga pukul 00.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan [aftershock], sehingga masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.
Musripan mengimbau masyarakat yang mendapat informasi gempa dari sumber resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg).
Sementara salah seorang warga di Kecamatan Kaliwates Agung merasakan adanya getaran gempa tersebut karena saat itu masih menonton televisi dan belum tidur.
"Getarannya terasa, namun tidak terlalu keras. Saya juga tidak membangunkan istri dan anak saya karena getaran gempanya tidak lama dan tidak kuat seperti gempa yang mengguncang Bali beberapa waktu lalu yang terasa sangat keras mengguncang Jember," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PKB gelar Temu Nasional Pesantren 2026 bahas kasus kekerasan seksual. Libatkan pemerintah dan 250 pesantren untuk solusi bersama.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.