Advertisement
Orang Tua Datangi Rumah Bos MLM QNet di Madiun untuk Cari Anaknya yang Hilang KOntak
Gedung pertemuan milik Mohamad Kariyadi yang ada di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Rabu (4/9/2019). - (Madiunpos.com / AbdulJalil)
Advertisement
Harianjogja.com, MADIUN - Sejumlah orang tua mencari anak mereka yang sebelumnya hilang kontak dengan mendatangi rumah bos MLM QNet, Mohamad Kariyadi, di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Para orang tua itu mencari-cari anaknya yang sebelumnya telah meminta izin untuk pergi mencari kerja di Madiun. Namun, setelah berada di Madiun, justru orang tua kesulitan menghubungi anaknya.
Kasubbag Dalops Polres Madiun, AKP Sumardji, mengatakan sekitar empat bulan lalu ada tiga orang yang mencari-cari anaknya. Para orang tua ini berasal dari Tulungagung dan Blitar.
Advertisement
Informasi yang diterima keluarga, anak-anak mereka sedang mencari kerja di QNet yang bermarkas di Desa Singgahan. Karena kesulitan mendeteksi keberadaan anak-anaknya. Mereka kemudian meminta bantuan petugas Polsek Kebonsari untuk mencari.
"Empat bulan lalu, ada orang tua yang mencari anaknya karena tidak bisa dihubungi lagi. Mereka hanya tahu anaknya bekerja di QNet Madiun. Kemudian mereka meminta bantuan polisi," kata pria yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kebonsari itu, Kamis (5/9/2019).
Atas laporan itu, polisi kemudian mencari anak-anak yang dimaksud itu ke gedung pertemuan QNet milik Kariyadi.
"Saat itu yang menemui bukan Kariyadi, tetapi tangan kanannya, Nur," ujarnya.
Ternyata benar, anak dari warga Tulungagung dan Blitar itu berada di markas QNet di Desa Singgahan. Namun, saat diminta pulang bersama orang tuanya, mereka malah tidak mau. Para pemuda itu justru ingin tetap bertahan di markas QNet karena ingin mempelajari kiat-kiat sukses dan kaya raya seperti yang ditunjukkan Kariyadi.
Para member QNet ini memang diminta membayar Rp10 juta saat bergabung. Kemudian mereka akan diberikan produk-produk alat kesehatan. Selain itu, mereka juga harus mencari downline supaya mendapatkan komisi.
"Kariyadi ini jarang di rumah. Biasanya di luar kota atau di luar negeri. Saat kita datang yang menemui Nur itu, tangan kanannya," ujarnya.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com/Madiunpos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
- Judi Online Bali Dibongkar, Mahasiswi Terlibat Jaringan Kamboja
- Kecelakaan Kereta Bekasi Disorot Ombudsman RI
- Duka Korban Kecelakaan KA Bekasi, Kisah Adelia dan Nurlaela
Advertisement
Underpass Kulur Kulonprogo Sering Tergenang, Drainase Jadi Sorotan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- KPPU Selidiki Dugaan Monopoli TikTok Shop, Ini Duduk Perkaranya
- Susi Pudjiastuti Jadi Komut Bank BJB, Ini Susunan Direksi Baru
- Kecelakaan KA Bekasi Timur, Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban
- Prabowo Minta Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi dan Komunitas
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
- Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan
Advertisement
Advertisement




