Remaja Karanganyar Tinggalkan HP Agar Dikira Hilang, Ternyata ke Jogja
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
Penemuan jasad bayi di Bulakrejo Sukoharjo (Istimewa)
Harianjogja.com, SUKOHARJO – Jasad bayi ditemukan di lokasi tempat pembuangan sampah di pinggir jalan di wilayah Bulakrejo, Sukoharjo pada Kamis (5/9/2019) pagi. Bayi dalam kardus yang diduga baru lahir lengkap dengan tali pusarnya itu sontak menggemparkan warga sekitar.
Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan penemuan jasad bayi kali pertama ditemukan oleh warga yang hendak membuang sampah di tempat pembuangan sampah (TPS). Lokasi TPS ini berada di pinggir jalan di kawasan Bulakrejo atau dekat dengan kantor KCRI.
Namun tiba-tiba warga tersebut dikejutkan dengan penemuan sosok jasad bayi yang terbungkus kain jarit dalam kardus. "Warga ini kemudian melaporkan kejadian ke pihak RT dan ke Polsek Sukoharjo," katanya.
Seusai menerima laporan, aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi penemuan jasad bayi tersebut. Jasad bayi ini kemudian dibawa ke RSUD Moewardi untuk dilakukan autopsi.
"Jadi kami tidak tahu usia bayi itu berapa. Kita masih tunggu hasil dari tim forensik dulu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.