Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Ilustrasi. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA-- Kecelakaan maut terjadi di Tol Lingkar Luar Jakarta, Selasa (3/9/2019) malam. Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menduga Aiptu Imran Yasin tewas akibat menderita luka pada organ dalam usai terlibat kecelakaan dengan truk.
"Kemungkinan terjadi pendarahan di dalam badan. Tapi penyebab pastinya akan dibuktikan melalui hasil autopsi," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo di Jakarta, Rabu (4/9/2019)
Dugaan luka dalam berdasarkan hasil pengamatan tim medis terjadi pada beberapa organ, di antaranya jantung dan paru-paru.
Hasil pemeriksaan forensik juga mendeteksi luka luar seperti lecet dan memar pada bagian pipi, dahi, leher, lutut kiri, dan dada kanan.
Jasad anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya itu hingga kini masih dalam proses outopsi tim medis setelah dirujuk dari RS Dr Suyoto, Jakarta Selatan pada pukul 01.31 WIB.
Almarhum Aiptu Imran Yasin sebelumnya dikabarkan tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk di lintasan Tol Lingkar Luar Jakarta, tepatnya di kawasan Ciledug arah Meruya pada pukul 22.50 WIB.
Korban bersama rekannya, Brigadir Daniel pada saat kejadian sedang menilang pengendara truk bernomor polisi B 9817 WCB di bahu jalan. Posisi kendaraan Dinas PJR Nomor Polisi 12789-VII berada di belakang kendaraan Truk Box No.Pol B-9817-WCB.
Tiba-tiba dari arah belakang meluncur Truk Hino B-9527-QI yang dikemudikan oleh pengendara berinisial AGS dan menabrak kendaraan dinas korban.
Saat itu Imran dan Daniel telah turun dari mobil dinas dan menghampiri pengendara truk untuk memproses surat penilangan.
Brigadir Daniel dikabarkan selamat, namun menderita luka di beberapa bagian tubuh.
Kasus tersebut tengah dalam penanganan intensif kepolisian setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.