4 Tewas 21 Luka Akibat Penembakan di Texas Barat

Polisi tiba di Cinergy Odessa, Odessa, Texas, AS. - Reuters
01 September 2019 13:37 WIB M. Taufikul Basari News Share :

Harianjogja.com, TEXAS – Seorang pria kulit putih berusia 30-an melakukan penyerangan bersenjata di Texas Barat, di antara kota Midland dan Odessa, yang mengakibatkan empat orang terbunuh dan melukai 21 lainnya pada Sabtu (31/9/2019).

Menurut pihak berwenang setepat, pria itu memulai serangan dengan menghentikan lalu lintas dan berakhir ketika ia tewas dibunuh oleh petugas.

Polisi mengatakan, tersangka membajak sebuah van pos dan menembaki petugas polisi, pengendara mobil dan warga yang berbelanja pada akhir pekan di Hari Buruh yang sibuk, sebelum akhirnya ia ditembak mati di luar kompleks bioskop di Odessa.

Awalnya pihak berwenang mengira ada dua penembak yang mengendarai dua kendaraan, tetapi Kepala Polisi Odessa Michael Gerke mengatakan pada konferensi pers pada Sabtu malam bahwa ia yakin hanya ada satu.

Pria bersenjata itu sedang menuju dari Midland ke Odessa pada Interstate 20 ketika dia dihentikan pada pukul 15:17 waktu setempat, kata Gerke. Dia menembak polisi itu, pergi ke barat pada I-20 dan kemudian keluar di Odessa. Di sana ia mengendarai mobil ke Home Depot dan menembaki orang yang lewat.

“Pada titik tertentu, tersangka mencuri truk pos dan meninggalkan mobilnya,” kata Gerke, seperti dilansir Reuters, Minggu (1/9/2019).

Pria itu kemudian mengemudikan truk pos kembali ke timur, dikejar oleh polisi, sebelum menabrak kendaraan statis di belakang kompleks multipleks Odessa Cinergy, di mana ia terlibat dalam adu tembak dengan polisi dan akhirnya ditembak mati.

Video yang diperlihatkan oleh afiliasi CBS lokal menunjukkan mobil van putih menabrak kendaraan dengan kecepatan tinggi di luar kompleks bioskop sebelum pria yang diyakini sebagai penembak itu dikerumuni polisi. Para penonton teater berteriak berlari dari kompleks.

Gerke mengatakan identitas tersangka sudah diketahui tetapi menolak berkomentar tentang motif penembakan.

Sumber : Reuters/Bisnis.com