Rindang, Ibu Kota Baru Bakal Lebih Banyak Pohon Daripada Bangunan

Gagasan rencana dan kriteria disain ibu kota negara. - ANTARA/Paparan Kementerian PUPR
27 Agustus 2019 23:17 WIB Uli Febriarni News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ibu kota yang baru di Kalimantan Timur bakal dikonsep ramah lingkungan.

Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono menyatakan pemerintah pusat tidak ingin ibu kota negara (IKN) menjadi pusat dagang, melainkan tetap sebagai pusat pemerintahan. Hanya saja, tetap dibutuhkan daya dukung juga untuk keseharian yang tinggal di sana.

Adanya sokongan sejumlah aktivitas berdaya ekonomis dibutuhkan karena ada sekitar 800.000 Aparatur Sipil Negara dipindahkan, maka diperkirakan ada sekitar 1,5 juta warga termasuk keluarga mereka akan hidup di IKN.

Konsep lain dari IKN adalah 'forest city', kota cerdas, modern, berstandar internasional. Sehingga akan lebih banyak ruang hijau daripada bangunannya. Pasalnya, karena berada di hutan, pemerintah menginginkan adanya intervensi minimal terhadap alam. Sekaligus mempertahankan hutan di Kalimantan.

Bahkan, pemerintah akan merehabilitasi kembali sejumlah lahan sawit menjadi hutan hijau kembali.

Ibu kota baru nantinya akan berkonsep integrasi antara ruang hijau dan biru, imbuh dia. Dengan cara membangun embung sebagai amenitas kota, memperbanyak ruang publik.

"Mengadopsi new urbanism dan menerapkan infrastruktur bangunan hijau. Tidak ada lagi nanti kabel-kabel di atas," kata Basuki seusai mengisi kuliah umum Pascasarjana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), di lantai satu Grha Sabha Pramana, Selasa (27/8/2019).

Ia menegaskan kembali, ibu kota yang baru memiliki visi sebagai katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia, melalui representasi ibu kota negara. Selanjutnya, menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan. Terakhir, desain kota yang mencerminkan identitas bangsa, mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45.

"Arsitektur bangunan mengakomodasi pembangunan modern dan kearifan lokal," ucapnya.