Advertisement
Investasi Bisnis Makanan Minuman di Indonesia Makin Cantik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Investasi di sektor makanan dan minuman di Indonesia semakin cantik hingga akhir tahun ini.
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan pada paruh pertama 2019, realisasi investasi di sektor mamin cukup menggembirakan.
Advertisement
Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), selama periode Januari—Juni 2019 realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor makanan menduduki peringat keempat dari keseluruhan sektor dengan nilai Rp21,26 triliun, sedangkan PMA menduduki peringkat keenam dengan nilai realisasi US$706,7 juta.
“Semester II minat yang masuk banyak, nanti akan lebih banyak yang masuk,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.
BACA JUGA
Adhi mengatakan dampak perang dagang Amerika Serikat dengan China membawa efek ke investasi di sektor mamin. Dia memproyeksikan relokasi pabrik ke Indonesia akan lebih banyak, tidak hanya produsen mamin olahan, tetapi juga industri pendukungnya seperti pabrikan mesin processing.
“Ada perusahaan China mau investasi mesin processing karena ada ekspor ke AS. Mereka mau relokasi ke sini,” kata Adhi.
Kendati diproyeksikan semakin meningkat pada paruh kedua, Adhi berharap pemerintah terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Pasalnya, minat investasi asing besar untuk masuk ke Indonesia, tetapi perusahaan-perusahaan tersebut terkadang ragu apabila ada regulasi yang dinilai kurang kondusif.
Adhi juga menyatakan masalah kebijakan ini yang membuat realisasi penanaman modal asing, terutama di sektor makanan, lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penanaman modal dalam negeri, kendati minat investor asing besar untuk berusaha di Indonesia.
Beberapa hal yang bisa diperbaiki pemerintah untuk meningkatkan investasi antara lain kepastian regulasi, terutama yang terkait ketersediaan bahan baku dan insentif kepada pada investor, khususnya yang ingin menanamkan modalnya pada sektor pionir.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan pengembangan industri makanan dan minuman di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signfikan karena didukung sumber daya alam melimpah dan permintaan domestik yang besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Napak Tilas Persandian: Menelusuri Jejak Kurir Rahasia di Menoreh
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
Advertisement
Advertisement







