Kesehatan Jemaah Haji Dipantau Hingga 14 Hari Setelah Pulang

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com
18 Agustus 2019 23:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI - Kementerian Kesehatan  memantau kesehatan jemaah haji yang baru pulang dari Mekkah hingga 14 hari setelah jemaah haji kembali ke kampung halaman masing-masing.   

Pemantauan kondisi kesehatan jamaah haji setiba di Tanah Air hingga daerah masing-masing dimaksudkan untuk mengantisipasi terbawanya suatu penyakit ke Indonesia, kata Sekretaris Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Ahmad Yulianto.

"Pemantauan jemaah haji sejak awal kedatangan, dan setibanya di debarkasi, suhu tubuhnya langsung dipantau dengan alat thermo scanner," kata Ahmad di sela penyambutan kedatangan jamaah haji Debarkasi Surakarta, di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (18/8/2019).

Pemerintah Indonesia tidak ingin kecolongan dan mencegah masuknya suatu virus atau penyakit ke Tanah Air.

Ahmad menjelaskan setelah jamaah haji sampai di daerah masing-masing, kondisi kesehatannya dalam pengawasan hingga 14 hari ke depan.

Pihaknya meminta jemaah haji yang merasa ada gangguan kesehatan dalam kurun waktu tersebut segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Meskipun seorang haji setiba di Tanah Air dalam kondisi sehat, tetapi secara keseluruhan masih dalam pemantauan petugas kesehatan di puskesmas selama 14 hari ke depan.

"Jika jemaah kondisi kesehatannya menurun segera berobat ke puskesmas terdekat dengan menunjukkan surat kesehatannya," kata Ahmad.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang menyambut kedatangan jemaah haji di Debarkasi Surakarta mengatakan pihaknya mengajak jemaah haji untuk menebar kebaikan sepulang dari Tanah Suci.

Selain itu, kata Gus Yasin, mereka harus tetap menjaga kebersamaan dan meningkatkan toleransi.

"Jemaah selama berhaji pasti ada kebersamaan, bukan saja bersama kloternya, tetapi juga satu pemondokan. Kebersamaan di Tanah Suci itu, dibawa dan disampaikan kepada masyarakat, sangat penting untuk kelancaran untuk membangun Indonesia maju dan unggul," kata Gus Yasin.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta Farhani mengatakan dalam penyelenggaraan haji tahun ini, jemaah risiko tinggi meningkat menjadi sekitar 75 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, jumlah anggota jemaah Debarkasi Surakarta yang wafat mengalami penurunan hingga sekitar 35 persen.

Hal itu, kata Farhani, karena salah satunya ada  peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh petugas PPIH tahun ini.

"Jamaah risti (risiko tinggi) meningkat ini, tentunya butuh pelayaan yang maksimal dengan bekerja ekstra ," kata Farhani.

PPIH Debarkasi Surakarta pada hari pertama menerima pemulangan jemaah haji tiga kloter, yakni 1 asal Sukoharjo sebanyak 360 orang yang tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali pada pukul 10.45 WIB, kloter 2 (Sukoharjo) sebanyak 360 orang pada pukul 18.20 WIB, dan kloter 3 (Sukoharjo dan Karanganyar) sebanyak 360 orang, sekitar pukul 19.10 WIB. 

Sumber : Antara