China Waspadai Bencana Susulan Usai Banjir Nepal-Tibet
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
Ilustrasi bom,/JIBI
Harianjogja.com, AMBON - Pihak kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Maluku mengusut pelaku yang diduga memasang sebuah tulisan bernada ancaman teror bom dengan mencatut nama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.
"Penyelidikan ini mulai dilakukan sejak Rabu, (14/8/2019) kemarin setelah ditemukannya sebuah tulisan tangan bernada ancaman bom di dalam ruang tunggu Fakultas Ekonomi sekitar pukul 09:25 WIT," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat di Ambon, Kamis (15/8/2019).
Tulisan bernada teror bom yang ditempelkan pada dinding sebelah kiri ruang tunggu Fakultas Ekonomi ini menggunakan tulisan tangan berwarna hitam yang isinya adalah "KAMI ANGGOTA TERORIS MENGANCAM AKAN BOM UNIVERSITAS PATTIMURA DAN SEMUANYA, ISIS".
Menurut dia, penyidik Dit Reskrimsus telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menginterogasi sejumlah saksi di antaranya Rasul Lakadimu, 34, yang merupakan petugas kebersihan dan orang yang pertama kali menemukan tulisan tersebut, Sandro Tetelepta (30), seorang petugas keamanan Unpatti, serta Dekan Fekon Unpatti, Prof. DR Earli Leiwakabessy.
Saksi Rasul Lakadimu yang merupakan petugas kebersihan dan honorer Fekon menerangkan, pada Rabu tanggal 14 Agustus 2019 sekitar pukul 07:15 WIT dirinya saat membuka pintu gerbang ruangan dekan melihat tulisan itu yang berada di dinding sebelah kiri lorong di ruang tunggu dekat tangga lantai satu.
Ketika melihat tulisan tersebut, dirinya langsung memberitahukan kepada petugas keamanan Unpati.
Sehari sebelumnya di lantai dua ruangan fekon berlangsung kegiatan pemilihan dewan mahasiswa Fekon dari pukul 15:00 WIT hingga pukul 22:00 WIT dan setengah jam kemudian saksi Rasul Lakadimu langsung menutup pagar ruangan kemudian kembali ke rumah.
Kemudian saksi Sandro Tetelepta menjelaskan Rabu (14/8/2019) sekitar pukul 07:18 WIT menerima informasi dari Rasul Lakadimu bahwa telah ditemukan tulisan bernada teror dan langsung dicek oleh Satpam Unpatti ini.
Namun pada saat pergantian piket, yang bersangkuan lupa atau tidak menginformasikan tulisan bernada ancaman teror bom kepada piket keamanan yang baru.
Polisi juga mendapatkan keterangan dari Dekan Fekon Unpatti Ambon, Prof. DR Earli Leiwakabessy bahwa sejak Selasa, (13/8/2019) sekitar pukul 15:00 WIT berlangsung pemilihan dewan mahasiswa dari pukul 15:00 WIT hingga pukul 22:00 WIT.
Dalam kegiatan tersebut terdapat empat kandidat dan yang terpilih hanya tiga orang di antaranya Adolf Larwafu sebagai ketua dewan mahasiswa, sekretaris Jansen Atuany, dan bendaharanya adalah Bagas Tuankota.
Sementara satu kandidat atas nama Jihan Damat tidak terpilih dalam komposisi dewan mahasiswa dan dalam proses pemilihan tersebut terjadi silang pendapat dan perdebatan alot antara para kandidat, namun berakhir dengan aman dan terkendali.
Meski pun sering terjadi perdebatan dalam setiap pemilihan dewan mahasiswa, namun tidak pernah terjadi tindakan aksi kekerasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
Veda Ega Pratama gagal melaju ke Q2 Moto3 Aragon 2026 setelah finis P8 di Q1. Ia akan memulai balapan dari posisi start hasil kualifikasi
Lebih dari 100 perusahaan meminta pertahanan siber diperkuat menghadapi ancaman AI yang dapat menyasar rumah sakit, pengolahan air, dan infrastruktur internet.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mendorong keluarga kader menjadi kekuatan partai menghadapi verifikasi 2027 dan Pemilu 2029.
Penjualan BYD turun 15,72% pada semester I 2026, tetapi ekspor melonjak 67,8% menjadi 792.000 unit di tengah persaingan pasar China.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.