Advertisement
Jika Maju Pilkada Solo, Gibran Rakabuming Bakal Didukung Komunitas Waria
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (tengah), di acara Dolan Dolen di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (12/5 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO -- Meski belum pasti akan maju ke Pilkada Solo 2020, dukungan untuk Gibran Rakabuming Raka terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat Solo. Salah satunya, dukungan datang dari Himpunan Waria Solo (Hiwaso) yang beranggotakan sekitar 180 waria dari wilayah Soloraya.
Di mata para waria Soloraya, Gibran adalah sosok yang care, ramah, dan peduli. Pernyataan itu disampaikan Ketua Hiwaso, Cinthya Marames, saat dimintai tanggapan ihwal wacana majunya Gibran dalam pesta demokrasi lima tahunan Kota Solo, Jumat (9/8/2019).
Advertisement
“Sangat luar biasa. Dia [Gibran] sangat care dengan teman-teman waria. Bila dengar sosok Gibran kami sangat setuju kalau dia dicalonkan. Kami bisa paham sosok dia. Karena selama ini Mas Gibran sangat peduli dengan teman-teman,” ujar dia via ponsel.
Kepedulian Gibran kepada kaum waria yang dimaksud Cinthya yaitu mau melayani permintaan swafoto dan mengobrol saat bertemu dalam suatu acara. Seperti saat ada kegiatan yang melibatkan waria di Graha Saba Buana Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo.
BACA JUGA
“Beberapa kali teman-teman bertemu Mas Gibran saat ada acara di Graha Saba Buana di Sumber. Dia tidak sombong, mau bersalaman, mengobrol, dan foto dengan teman-teman. Teman-teman kadang ada job menari atau merias di Graha Saba,” tutur dia.
Lebih jauh Cinthya mengaku belum tahu banyak siapa saja figur yang digadang-gadang menjadi cawali-cawawali Solo. Yang pasti menurut dia, Solo butuh figur pemimpin yang merakyat, ramah, dan peduli terhadap kaum waria utamanya dalam hal kesehatan.
Cinthya mengatakan para waria yang tergabung dalam Hiwaso membutuhkan layanan kesehatan rutin seperti pemeriksaan HIV/AIDS. Tapi sebagian dari mereka kesulitan mengakses layanan tersebut karena tidak mempunyai kartu identitas yang aktif.
“Sebagian dari teman-teman kan ada yang dari luar Solo. Di daerah asal mereka berdentitas laki-laki, dan berani menjadi diri mereka sendiri sebagai waria saat di Solo. Lah mereka tidak berani mengurus atau memperbarui kartu identitas yang mati,” sambung dia.
Saat ini tercatat ada 180 anggota Hiwaso Solo yang 30 persennya berasal dari Solo. Dari 180-an waria Solo, sekitar 15 persennya tidak punya identitas atau kartu identitasnya mati. Untuk menyikapi hal itu Hiwaso mengeluarkan kartu anggota Hiwaso.
“Teman-teman ingin dipermudah dalam mendapatkan layanan kesehatan. Contohnya untuk pemeriksaan HIV/AIDS sekarang harus punya identitas. Padahal ada beberapa teman waria yang tidak punya identitas atau kartu identitasnya mati,” urai dia.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Gedung Baru RSUD Sleman Lima Lantai, Layanan Subspesialis Diperkuat
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Volvo EX60 Hadirkan Gemini AI di SUV Listrik Kelas Menengah
- Serangan Jamur Embun Tepung, Rusak Produktivitas Melon Petani Ponjong
- Perkuat Lini Depan, Dewa United Pinjam Striker Maroko Noah Sadaoui
- Deteksi dan Blokir Akun Anak di Bawah 13 Tahun, TikTok Gunakan AI
- Ini 10 Wakil Merah Putih yang Lolos ke Perempat Final Indonesia Open
- Oscar 2026: Film Sinners Dominasi Nominasi
- Jadwal KRL Solo Jogja, Jumat 23 Januari 2026, Berangkat dari Palur
Advertisement
Advertisement



