F-16 Lanud Iswahjudi Bawa Belasan Bom Menuju Puslatpur Marinir Situbondo

Pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi persiapan lepas landas melaksanakan misi bantuan tembakan ke Situbondo, Kamis (8/8/2019)./(Istimewa - Lanud Iswahjudi)
10 Agustus 2019 16:07 WIB Abdul Jalil News Share :

Harianjogja.com, MAGETAN -- Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi mengirim empat pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 ke Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur. Masing-masing pesawat itu membawa empat bom jenis MK-82, sehingga ada 16 bom yang dibawa. 

Empat jet tempur itu dikirim ke Puslatpurmar 5 Baluran untuk mengikuti latihan bantuan tembakan terpadu dan Interoperability Komlek TNI 2019 bersama personel gabungan TNI dari tiga matra antara lain udara, laut, dan darat. 

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra mengatakan empat pesawat tempur F-16 itu dikirin ke Baluran pada Kamis (8/8/2019) dengan dipimpin Komandan Skadron Udara 3, Mayor (Pnb) Agys Dwi Ariyanto. Take off pesawat dari Lanud Iswahjudi. Masing-masing pesawat dikendalikan, TS 1629 dengan pilot Mayor Agus Dwi Ariyanto, Pesawat TS 1636 dengan pilot Kapten (Pnb) Windi Darmawan, TS 1638 dengan pilot Kapten (Pnb) Ferri Rahman, dan TS 1641 dengan pilot Lettu (Pnb) Panji Satrio. 

"Latihan ini melibatkan alutsista dan personel gabungan TNI dari tiga matra antra lain pesawat Boeing 737 intai strategis, pesawat F-16, pesawat EMB 314 Super Tucano dari matra udara, sedangkan dari matra Laut ada KRI Fatahillah 361, Mortar 60 MM, dan 80 MM, Pasmar 3, Roket RM 70 Grande, serta ada helikopter MI-35P, Penerbad, Helikopter BO-105, Helikopter Bell 412 Yonif 501/KSD, Meriam 155 MM Caesar, dan Roket Astros dari matra darat," terang Danlanud Iko dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/8/2019). 

Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan prosedur penyelenggaraan bantuan tembakan agar memiliki kemampuan yang andal dalam menggunakan sarana Bantem yang tersedia dalam mendukung tugas Komando Gabungan TNI. 

"Latihan yang melibatkan tiga matra ini merupakan pencapaian profesionalisme seorang penerbang tempur. Namun, para penerbang harus tetap mempertimbangkan factor safety," jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos