Ini Kualitas Udara Jakarta Jumat Pagi Ini

Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. - Antara
09 Agustus 2019 09:17 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kualitas udara di Jakarta pagi ini, Jumat (8/8/2019), berada di peringkat ketiga terburuk di dunia.

Data AirVisual pukul 07.00 WIB, menunjukkan indeks kualitas udara (air quality index/AQI ) Jakarta pagi ini berada di angka 134. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Jakarta berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif (101-150) dengan kandungan polusi PM2.5 sebesar 49,2 mikrogram/m³

Ambang batas normal yang ditetapkan World Health Organization (WHO) untuk kandungan polusi atau partikel debu halus PM2.5 adalah 25 mikrogram/m³. Sedangkan ambang batas normal polusi PM2.5 yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah 65 mikrogram/m³.

Dengan level AQI, menurut AirVisual tersebut, Jakarta menempati peringkat ketiga kota paling berpolusi di dunia. Tingkat polusi Jakarta pagi ini berada di atas Hong Kong dan Kota Kabul, Afghanistan.

AirVisual mengimbau kelompok sensitif untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari aktivitas di luar.

Adapun data AQI diperoleh dari alat pemantau udara milik AirVisual yang ada di Kemayoran, Pegadungan, Pejaten Barat, Rawamangun, Mangga Dua, dan Kedutaan Amerika Serikat Jakarta Pusat.

AQI merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk mengukur tingkat keparahan polusi udara di sebuah kota. Indeks ini merupakan gabungan dari enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan ozon (O3) di permukaan tanah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia