Polda Lampung Gagalkan Peredaran 5 Kg Sabu, Oknum TNI-Polri Ditangkap
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Ilustrasi warga memunguti tumpahan minyak/Antara-Sheravim
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofikasi (BMKG) dapat membantu PT Pertamina untuk memetakan sebaran tumpahan minyak mentah di perairan utara Karawang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan.
“BMKG sebatas memodelkan berdasarkan penjalaran gelombang laut, kearah mana berpotensi sebaran minyak itu. Model itu sama seperti digunakan saat memetakan bencana letusan gunung untuk arah abu vukaniknya,” kata Dodo di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Dodo mengakui saat ini tinggi gelombang terjadi di sejumlah perairan laut, khususnya yang berhadapan langsung dengan samudra. Karena itujika terjadi tumpahan minyak di lautan, akan merembet sesuai dengan perjalanan gelombang laut karena mengikuti arus karena kecepatan angin yang mempengaruhi tinggi gelombang.
“Teman-teman di metro maritim sudah mulai mencoba membuat model terkait tumpahan minyak tersebut,” ujar Dodo.
Namun, kata Dodo, sampai saat ini Pertamina belum melakukan koordinasi dengan BMKG terkait penanganan kasus itu khususnya pemetaan potensi wilayah sebar, walaupun pihaknya dapat menggunakan satelit untuk memotret arah tumpahan minyak itu.
Sebelumnya, Manager Kampanye Energi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) nasional, Dwi Sawung mencatat hingga Kamis (18/7), tumpahan minyak PT Pertamina di wilayah utara Karawang mengakibatkan 45,37 kilometer persegi lautan terdampak. Tumpahan minyak itu diduga telah mencapai Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan laporan nelayan setempat.
“Data luasan tercemar kami peroleh dari citra satelit ESA sentinel 1 yang bisa diakses oleh publik,” kata Sawung.
Sawung menyayangkan hingga saat ini Pertamina dan pemerintah belum juga mengeluarkan data atau pun citra satelit terkait potensi sebaran minyak mentah itu. Padahal kata Sawung, pemerintah memiliki teknologi untuk menghasilkan data itu dan hasilnya sangat dibutuhkan publik.
“Kami menggunkanan satelit asing, yang datanya kembali dapat diperbaharui tanggal 2 Agustus 2019 mendatang,” kata Sawung.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengakui jika sebaran tumpahan minyak mentah telah mencapai Sembilan desa di Karawang dan dua desa di Bekasi.
Namun, terkait dengan tumpahan minyak yang telah mencapai kepulauan seribu, dia menegaskan sampai saat ini pihaknya terus mengawasi arah tumpahan kemana, karena penanganan tetap dilakukan dengan semaksimal mungkin.
“Pengamatan sedang dilakukan untuk mengambil contoh dulu dan harus memastikan jika itu merupakan tumpahan minyak dari kejadian yang sama,” kata Fajriah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Polda Lampung gagalkan peredaran 5 kg sabu dan ekstasi di Bakauheni. Empat tersangka diamankan, termasuk oknum aparat.
Janice Tjen/Aldila Sutjiadi kalah dramatis di tie-break Wimbledon 2026. Perlawanan sengit, namun harus akui keunggulan Kostyuk/Ruse. Aldila masih bertahan di ga
Fardhan Rainanda Joe gagal juara BAJC 2026 usai kalah dari Hong Tian Yue asal China. Indonesia pulang tanpa gelar dari Kejuaraan Asia Junior 2026
Bocoran Project Aion mengungkap konsep Windows masa depan yang menjadikan Copilot sebagai pusat sistem dan menghapus Start Menu serta Taskbar.
Prancis lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Paraguai 1-0. Mbappe sindir gaya bermain lawan. Kini Les Bleus hadapi Maroko
Mobil susah hidup belum tentu karena aki. Kenali lima tanda dinamo starter rusak agar terhindar dari mogok dan biaya perbaikan mahal.