Advertisement
Garuda Digugat Rp100 Gara-gara Ini..
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta - Reuters/Dadang Tri
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – David M.L Tobing menggugat PT Garuda Indonesia Tbk. dengan nilai tuntutan Rp100 lantaran layar monitor tempat duduknya tidak bisa dihidupkan.
Penggugatnya adalah Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing. Dia telah mendaftarkan gugatan tersebut dengan perkara No. 433/PDT.G/2019/PN.JKT.PST di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (26/7/2019).
Advertisement
“Saya komplain kepada awak kabin, lalu dia menjelaskan bahwa benar monitor tersebut tidak bisa dihidupkan dengan alasan setingan baru. Di monitor terdapat stiker bertuliskan: Monitor IFE dimatikan/ IFE Monitor Deactivated,” kata David kepada Bisnis.
David menilai, Garuda Indonesia tidak bisa hanya berdalih seperti itu kepada penumpang karena Garuda Indonesia adalah maskapai dengan pelayanan standar maksimum (full services) maka sudah menjadi kewajiban untuk menyediakan fasilitas yang salah satunya berupa media hiburan.
BACA JUGA
Garuda Indonesia seharusnya, kata dia tidak boleh menjual tiket untuk bangku yang monitornya tidak bisa dihidupkan atau rusak karena hal tersebut melanggar ketentuan Pasal 30 ayat (1) Permenhub No. 185/2015 yang mewajibkan maskapai dengan pelayanan full services untuk menyediakan fasilitas diantaranya berupa media hiburan.
Dalam tuntutannya, David berharap pengadilan menghukum Garuda Indonesia untuk memberikan ganti rugi imateriel kepada penggugat sebesar Rp100 dan materiel pengembalian tiket rute Pontianak-Jakarta.
“Memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memberikan sanksi kepada Garuda untuk tidak menjual tiket pesawat yang tempat duduknya tidak dilengkapi media hiburan,” kata dia.
David mengatakan bahwa tujuan gugatan ini selain untuk penegakan hukum dan aturan juga untuk mengingatkan Garuda agar melindungi hak-hak konsumen yang sudah membayar harga tiket pesawat pelayanan maksimum.
Dihubungi terpisah, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, meminta maaf kepada konsumen David Tobing yang tidak nyaman atas kejadian monitor mati tersebut.
Ikhsan mengatakan, kejadian itu tidak diperkirakan sebelumnya karena kemungkinan saat konsumen membeli tiket pesawat hanya satu monitor yang tidak berfungsi.
“Mungkin dia duduk di situ, tiba-tiba TV [monitor] tidak hidup dan yang lain hidup. Kalau kemungkinan kedua, dia bisa pindah tetapi saat itu penuh. Sementara ada dua tempat duduk yang memang tidak ada TV,” kata Ikhsan.
Namun, kedua tempat duduk tersebut hanya dibeli melalui cara offline bukan online.
David Tobing yang juga seorang advokat itu punya catatan apik dalam gugatan melawan maskapai penerbangan AirAsia sekira 2009-2010. Kala itu ia jadi kuasa hukum seorang konsumen AirAsia yang gagal terbang.
Catatan menarik dari kasus itu adalah nilai ganti rugi immateriel yang mencapai Rp50 juta, karena biasanya ketika terjadi pembatalan konsumen cuma menerima penggantian sesuai harga tiket. Dalam kasus itu pengadilan juga membatalkan klausula baku yang dibuat maskapai penerbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
- Komisi III DPR Kecam Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jelang Idulfitri, Pemkab Sleman Cairkan THR ASN Rp56 Miliar
- Mudik Lebaran, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- OTT KPK 2026: Bupati Cilacap Ditangkap, Operasi ke-9 Tahun Ini
- Jadwal Buka Puasa Jogja 13 Maret 2026: Magrib 17.56 WIB
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakpus Diselidiki Polisi
Advertisement
Advertisement








