Advertisement
Perusahaan Swasta Sambut Tenaga Kerja dari Penyandang Disabilitas
ilustrasi difabel. - IST/wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Rungu Wicara Pujiyanto mengatakan bahwa sejumlah perusahaan swasta menyambut kehadiran tenaga kerja dari penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, khususnya mereka yang mendapat pelatihan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara Melati, Jakarta Timur.
"Sudah welcome, rata-rata sudah welcome. Kalau yang kami lakukan kerja sama semuanya sudah welcome," katanya di balai tersebut di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Advertisement
Pujiyanto mengatakan para penyandang disabilitas sensorik rungu wicara tersebut mendapatkan pelatihan keterampilan selama enam bulan di balai tersebut. "Jadi waktunya enam bulan saja. Kita memberi kesempatan yang lain," katanya.
Program pelatihan vokasi yang diberikan kepada para penyandang disabilitas itu, kata Pujiyanto, bermacam-macam, mulai dari keterampilan desain grafis, komputer, tata boga, menjahit, salon, gerabah, pertukangan kayu, membuat sangkar burung dan lain-lain.
BACA JUGA
Pelatihan vokasi tersebut diberikan kepada para penyandang disabilitas berdasakan asesmen tim penilai dari Kementerian Sosial dan juga berdasarkan kemampuan serta minat masing-masing peserta. Setelah mendapatkan pelatihan selama enam bulan, mereka juga mendapatkan rehabilitasi seperti terapi fisik, kesehatan, mental, spiritual dan terapi psikososial.
Pujiyanto menuturkan bahwa sejauh ini, 50 persen dari lulusan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara Melati dapat bekerja di sejumlah perusahaan di sekitar Jabodetabek.
"Angkatan kemarin yang kami laksanakan enam bulan itu ada sekitar 50 persen di beberapa perusahaan. Rata-rata bekerja sebagai back office. Ada yang di Astra, Alfa, di Mitra sudah ada yang jadi karyawan tetap," katanya.
"Sebulan lagi, besok kita kerja sama dengan Burger King. Alhamdulilah banyak juga kita lakukan networking dengan perusahaan-perusahaan dan mereka juga apresiasi tentang apa yang sudah kita lakukan," ujarnya.
Ia mengatakan tidak ada kendala besar dalam penyerapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas tersebut di perusahaan. "Kendalanya dari orang tua dan mungkin karena jarak dengan perusahaan yang jauh," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Delapan Tahun Terjerat Judi Online, Erwin Kehilangan Rp800 Juta
- Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Pertimbangkan Aksi Militer
- IDAI Ungkap PHBS Jadi Benteng Utama Hadapi Virus Nipah
- Antisipasi Virus Nipah, Singapura Perketat Pemeriksaan di Changi
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
Advertisement
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Inovasi Pemasaran Kopi Menoreh secara Mobile Kopiroro Juara KIPP DIY
- Pemerintah Tetapkan 17 Februari untuk Sidang Isbat Ramadhan
- Dampak MBG Akan Dibaca dari Pertumbuhan Otak dan Fisik Anak
- Yamaha Turun ke Desa Kesambi, Motor Warga Mejobo Bangkit Seusai Banjir
- Diskon Tiket Lebaran 2026 Disiapkan Pemerintah untuk Mudik
- Pasangan Asal Semarang Curi Baterai Motor di Sleman, Ini Modusnya
- Iran Tegaskan Aksi Militer AS Sama dengan Deklarasi Perang
Advertisement
Advertisement




