Advertisement
Walhi Kritik Isi Pidato Visi Indonesia Jokowi
Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik pidato Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (14/7/2019).
Manajer Kajian Kebijakan Walhi Boy Sembiring mengatakan Visi Indonesia yang dibacakan Jokowi menunjukkan semakin kecilnya wajah baik Presiden terpilih hasil Pilpres 2019 itu. Alasannya, banyak poin dari Jokowi yang dianggap kontradiktif dengan pernyataan-pernyataannya terdahulu.
Advertisement
Poin kontradiktif pertama muncul dari pernyataan Jokowi yang menekankan pentingnya mengundang investasi untuk masuk ke Indonesia. Menurut Boy, seruan untuk mengundang investasi itu bertolak belakang dengan janji Jokowi yang ingin berpihak pada kemanusiaan dan lingkungan hidup pada Nawacita I.
"Genjot investasi guna membuka keran lapangan kerja untuk kesejahteraan rakyat tidak lebih diliat hanya sebagai trickle down effect bagi rakyat. Padahal, pandangan tersebut sudah usang dan sudah waktunya ditinggalkan," kata Boy di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).
BACA JUGA

Manajer Kajian Kebijakan Walhi Boy Even Sembiring/Bisnis-Lalu Rahadian
Dalam Visi Indonesia yang dibacakan, Jokowi menyebut salah satu keinginan untuk menarik investasi ke Indonesia. Dia juga menyebut pentingnya reformasi birokrasi dilakukan agar rencana-rencana investasi ke Indonesia segera terealisasi.
Walhi menganggap semangat reformasi birokrasi yang dibawa Jokowi senada dengan pernyataannya kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Istana Bogor, Senin (8/7/2019). Saat itu, Jokowi menegur Siti lantaran kementeriannya tak bisa mempercepat urusan perizinan untuk calon investor.
Menurut Boy, pernyataan Jokowi di Visi Indonesia dan di Istana Bogor bertolakbelakang dengan semangat penyelesaian konflik agraria serta sumber daya alam. Hal ini juga dianggap tak sejalan dengan janji Jokowi hendak menyelamatkan kemanusiaan dan lingkungan hidup seperti tertuang di Nawacita I.
"Dia harus belajar sejarah, katanya dia pernah jadi korban penggusuran kan. Bisa dilihat bagaimana investasi yang jahat itu menggusur dia. Tapi tampaknya itu hanya jadi kenangan bukan bahan pembelajaran bagi Jokowi," kata Boy melontarkan kritik.
Poin lain yang dianggap kontradiktif terlihat di awal pidato Jokowi. Saat mengawali pidato akhir pekan lalu, Jokowi menjadikan kondisi global sebagai pijakan dalam menyampaikan Visi Indonesia.
Akan tetapi, Jokowi dianggap alpa melihat besarnya ancaman perubahan iklim yang saat ini menjadi masalah global. Kealpaan itu terlihat dari tidak adanya pernyataan bahwa Jokowi akan berupaya melindungi lingkungan hidup di Indonesia.
"Bahkan dengan menggunakan diksi ancaman bagi siapa saja yang menghambat investasi dikhawatirkan justru meningkatkan kerentanan terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup dan sumber daya alam. Yang selama ini distigmakan menghambat investasi atau pembangunan, kan masyarakat yang berjuang agar lingkungan atau ruang hidupnya tak dirampas investasi," kata Koordinator Desk Politik Walhi Khalisah Khalid.
Walhi khawatir visi yang telah dibacakan Jokowi langsung dijalankan aparat negara dengan membabi buta. Jika kekhawatiran itu terbukti, organisasi ini menduga akan ada peningkatan angka kriminalisasi terhadap masyarakat yang memperjuangkan lingkungan atau ruang hidupnya.
"Kalau mengabaikan lingkungan, apa yang mau dibangun di Indonesia ke depan?" katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
- Serangan AS-Israel ke Iran, 4 Penerbangan Internasional Bali Tertunda
- Adipura 2025 Nihil, Pengelolaan Sampah Dinilai Belum Layak
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Bantul 28 Februari 2026, Cek Lokasi dan Jamnya
- TPID Pastikan Stok Pangan Kota Jogja Aman Selama Ramadan
- KPK Bongkar Modus Safe House Kasus Suap Bea Cukai
- Jadwal SIM Keliling Jogja 28 Februari 2026, Malam di Alun-Alun Kidul
- Barahmus DIY Targetkan Museum Rempah dan Keris Bergabung di 2026
- Jadwal KA Bandara YIA 28 Februari 2026, Lengkap
- Kemensos Usul Relawan Antar MBG untuk Lansia dan Disabilitas
Advertisement
Advertisement









