Advertisement
Jadi Lahan Parkir, Jalur Hijau Sisi Utara Jl. Slamet Riyadi Solo Dihilangkan
Lalu lintas di Jl. Slamet RIyadi Solo. (Solopos/Dok)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghilangkan jalur hijau di sisi utara Jl. Slamet Riyadi supaya bisa digunakan untuk parkir kendaraan roda empat.
Kendati begitu, penataan yang menyasar jalur lambat tersebut tak menghilangkan pohon. Lahan parkir akan berada di sela-sela pohon.
Advertisement
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan parkir kendaraan roda empat di sisi utara Jl. Slamet Riyadi selalu menjorok ke jalur cepat. Sementara parkir untuk kendaraan roda dua menggunakan jalur lambat karena minim lahan.
Jalur hijau berupa pulau di bagian itu akan dibuka. Sela-sela di antara pohon bisa digunakan untuk parkir kendaraan roda empat.
BACA JUGA
“Mobil bisa agak masuk ke jalur lambat, di antara pohon. Nah, roda dua parkir di antara pohon yang enggak bisa dimasuki roda empat, jadi jalur lambat bisa difungsikan optimal,” kata dia kepada JIBI/Solopos, Minggu (14/7/2019).
Sita mengatakan proyek tersebut juga akan menggarap ducting atau saluran kabel bawah tanah. Sekretaris Dinas PUPR Kota Solo, Arif Nurhadi, menjelaskan pengerjaan ducting dan penataan jalur lambat tersebut menelan anggaran senilai Rp7,7 miliar.
Proyek dimulai dari depan Hotel Royal Herritage hingga Stasiun Purwosari. Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pohon yang dinilai berakar lemah atau berpotensi tumbang.
“Ya, nanti kelihatan pohon yang kuat dan tidak, akan ada penjarangan. Tapi tidak semuanya dihabiskan. Itu yang tahu DLH. Kalau pohonnya langka, bisa dipindah ke tempat lain,” kata dia, Minggu.
Lokasi ducting, sambung Arif, di dekat pohon yang ada dengan memasang box culvert (beton bertulang pracetak berbentuk segi empat yang memiliki spigot dan socket) berukuran 60 sentimeter x 60 sentimeter.
Secara singkat, proyek ducting artinya memindahkan seluruh kabel fiber optik yang saat ini menggunakan sistem kabel udara dengan tumpuan tiang ke bawah tanah menggunakan satu saluran terpadu.
“Kondisi kabel udara saat ini tampak semrawut. Merentang dari satu tiang ke tiang yang lain. Kami koordinasi dengan Telkom dan PLN. Misalnya, ada berapa man hole [lubang manusia] dan lokasi di mana untuk pemeliharaan kabel di kemudian hari. Pekan ini sudah mulai pengerjaan, box culvert sudah diturunkan di antara pohon,” ungkap Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Kasus Amsal Berbuntut Panjang, DPR Desak Evaluasi Total Kejari Karo
- Anak Indonesia Nyaris Semua Online, PP Tunas Jadi Benteng Terakhir
- BMKG Turunkan Tim ke Maluku Utara dan Sulut Usai Gempa M 7,6
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Pemkot Jogja Buka Pelatihan Gratis, AI hingga Bahasa Jepang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BMKG: Gempa M7,6 Ternate Akibat Sesar Naik, Warga Diminta Jauhi Pantai
- Ancaman Trump Picu Ketegangan Baru, China Minta Perang Dihentikan
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Kasus Amsal Sitepu: DPR RI Minta Kejagung Sanksi Tegas Kajari Karo
- Cicilan Koperasi Desa Kini Ditanggung Negara lewat Dana Daerah
- Ribuan Dapur MBG Bermasalah Program Gizi Disorot
- Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon UE Ikut Berduka
Advertisement
Advertisement




