Tak Lolos SBMPTN 2019? Jangan Patah Semangat, Ini Cara Lain untuk Masuk PTN

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. JIBI/Bisnis - Ria Theresia Situmorang
10 Juli 2019 09:17 WIB Ria Theresia Situmorang News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Panitia telah mengumumkan Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) secara serentak pada Selasa (9/7/2019) pukul 15.00 WIB. 

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat ditemui di acara pemaparan Hasil SBMPTN 2019 di Gedung Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019), mengatakan sistem SBMPTN 2019 adalah yang terbaik selama masa kepemimpinannya 5 tahun terakhir. 

"Dari pengalaman saya selama lima tahun ini, praktik tahun ini adalah yang terbaik. Sebelumnya SBMPTN pasti ada perjokian, sekarang sudah tidak ada lagi, karena  UTBK dengan komputer full, mereka tidak punya waktu untuk bertanya kepada yang lain. Dia membuka komputernya sendiri dan menyelesaikan soalnya sendiri," ucap Nasir. 

Nasir menyebut bahwa Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diujikan memiliki tingkat variasi yang sangat tinggi, sehingga tidak hanya peserta dari SMA terbaik saja berkesempatan melaju ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi negeri. 

 "Ini adalah terobosan baru dan ini dinilai tidak hanya dari SMA terbaik saja, sistem yang kami bangun tidak hanya berdasarkan potensi, bukan hanya nilai. Potensi yang kami nilai melalui skolastik, yakni Tes Potensi Skolastiknya. Yang kedua TPA, tes potensi akademik peserta, program studi yang cocok apa. Harapannya, anak bisa memilih program studi sesuai dengan peminatannya," tutur Nasir. 

Nasir juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil lolos pada SBMPTN 2019 untuk tidak patah semangat dan mencoba peruntungan di ujian mandiri di masing-masing PTN.

"Apabila anak Indonesia tidak diterima melalui jalur SBMPTN, ada jalur mandiri di masing-masing perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia," ucapnya. 

Nasir menambahkan peserta bisa mengakses aplikasi yang disediakan Kemristekdikti yakni Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Mobile yang bisa diunduh melalui Google Play dan App Store guna mendapat informasi lengkap perguruan tinggi.

"Tolong dicek di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, bisa dibuka nanti PDDikti Mobile. Itu tujuannya adalah memberikan informasi yang lengkap kepada publik untuk mencari perguruan tinggi yang terakreditasi begitupun yang tidak terdaftar," tutupnya. 

Sumber : Bisnis.com