Advertisement

Ini 4 Penyakit Kronis Perpolitikan Indonesia Versi PKS

Anggara Pernando
Sabtu, 06 Juli 2019 - 13:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ini 4 Penyakit Kronis Perpolitikan Indonesia Versi PKS Presiden PKS Sohibul Iman - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Ada empat penyakit kronis dalam perpolitikan Indonesia versi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Sohibul Iman, Ketua Umum PKS menyebut penyakit kronis perpolitikan ini membuat sulitnya muncul tokoh-tokoh ideal dalam peta politik nasional.

Advertisement

"Ada empat penyakit kronis dalam politik, pertama, politik berbiaya tinggi," kata Sohibul dalam silahturahmi Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia di Jakarta, Jumat (5/7/2019) malam.

Menurutnya, akibat politik berbiaya tinggi itu menyebabkan sirkulasi dan kaderisi untuk menjadi elite politik sulit. Kekuasaan berputar pada orang-orang yang memiliki uang.

Permasalahan kedua, kata Sohibul, saat ini semakin menguatnya kemunculan oligarki politik. Para pemodal yang tidak memajukan diri muncul dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya untuk menguasai partai politik yang ada.

"Akibatnya mereka menguasai arah politik ke depan," katanya.

Sedangkan permasalah ketiga yakni politik yang saling mengunci. Akibatnya satu pihak dengan pihak lain tidak dapat berbuat yang terbaik untuk kebaikan bangsa.

"Sedangkan yang keempat, politik involutif. Politik yang berputar-putar pada dirinya tanpa mengalami kemajuan," ujar Shohibul.

Dengan pilihan politik involutif ini, kata Sohibul, politik tidak mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Guru PNS di Kota Jogja Jadi Tersangka Pelecehan Siswi SLB

Guru PNS di Kota Jogja Jadi Tersangka Pelecehan Siswi SLB

Jogja
| Rabu, 11 Maret 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement