Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah)/ANTARA FOTO-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, JAKARTA--Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan berspekulasi soal namanya yang masuk sebagai kandidat presiden pada Pemilu 2024. Ia ingin berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di kepolisian.
"Kalau saya masih konsentrasi tugas di kepolisian," kata Kapolri saat ditemui di Akademi Kepolisian Semarang, Jumat (5/7/2019).
Sebelumnya Tito Karnavian masuk radar kandidat calon presiden pada Pemilu 2024 oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
Menurut dia, merupakan hak orang lain untuk menyampaikan hasil survei. Meski demikian, Tito menegaskan masih ingin berkonsentrasi melaksanakan tugasnya.
LSI Denny JA merilis 15 nama yang dinilai memiliki peluang kuat untuk menjadi kandidat presiden pada Pilpres 2024.
Nama-nama tersebut diambil berdasarkan empat latar belakang, yakni pernah menjabat di pemerintahan pusat, seorang ketua umum partai, memiliki jenjang sebagai pemimpin di pemerintahan daerah, serta seorang profesional.
Tito sendiri masuk dalam radar survei berdasarkan empat latar belakang yang digunakan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara/Solopos.com
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.