Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Partai Gerindra/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Kubu pasangan calon Joko Widodo-KH Ma\'ruf Amin diklaim menawari sejumlah jabatan strategis kepada Partai gerindra sebagai syarat untuk berkoalisi di pemerintahan periode 2019-2024. Namun, tawaran yang disodorkan itu belum dijawab oleh Gerindra karena masih mendengar aspirasi dari kader serta para pendukungnya.
"Kami tidak berkapasitas menilai ajakan kubu Jokowi hanya sekadar retoris atau bukan. Yang jelas faktanya memang mereka menawari posisi di beberapa kementerian," ungkap Ketua DPP Gerindra, Andy Rahmad Wijaya saat berbincang dengan Okezone-jaringan Harianjogja.com di Jakarta, Jumat (5/7/2019).
Andy menuturkan, hingga kini Gerindra masih mendengar aspirasi kader dan pendukung terkait arah politik partai berlogo kepala burung garuda tersebut. Ia mendetailkan tawaran yang disodorkan kubu Jokowi untuk Gerindra, yakni dua kursi menteri, satu kursi pimpinan MPR dan dua posisi Wantimpres.
"Dan kami belum menjawab. Kami masih dalam proses mendengar aspirasi dari pendukung. (Ditawari) dua menteri, satu pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dan dua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)," ungkapnya.
Diwartakan sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membuka pintu bagi partai politik oposisi untuk bergabung bersama Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Terutama bagi Gerindra yang mencalonkan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Kekinian, Prabowo juga sudah membubarkan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan petahana.
Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, pihaknya belum memutuskan langkah politik ke depan di masa pemerintahan 2019-2024. Semua keputusan itu berada di tangan Prabowo selaku Ketua Umum.
"Masih rahasia, semua masih menunggu keputusan dari Pak Prabowo, masih di tangan bapak keputusannya," kata Arief kepada Okezone, Sabtu, 29 Juni 2019 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage