Jalur Kereta Jogja-Borobudur Penting Dihidupkan Lagi, Ini Pertimbangannya

Wisatawan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. - Harian Jogja/Nina Atmasari
03 Juli 2019 20:37 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan masih menggelar studi dan perkiraan dana yang dibutuhkan menghidupkan kembali jalur kereta api Jogja-Borobudur.

Direktur Umum PT KAI Edi Sukmoro  reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Jogja-Borobudur sangat penting karena bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan angkutan massal.

Menurut dia, keberadaan angkutan massal sangat dibutuhkan terutama bagi penumpang yang suka commute atau pergi pulang dalam waktu satu hari.

“Reaktivasi jalur ini, kalau bagi saya sangat penting. Karena pada akhirnya, angkutan massal dibutuhkan terutama yang suka pulang pergi. Misalnya yang kerja di Jogja, tetapi rumahnya di Magelang. Sama seperti Solo-Jogja, ada yang kerja di Jogja, tetapi tinggal di Solo sehingga bolak-balik tiap hari,” ujar dia, Selasa (2/7/2019).

Saat ini rencana reaktivasi jalur KA Jogja-Borobudur masih dalam kajian Dirjen Perkeretaapian. Jalur ini dinilai sangat vital dan akan banyak manfaatnya jika reaktivasi terlaksana.

“Namun, perlu diingat kalau ikuti trase lama, sudah berdiri bangunan sehingga harus dipikirkan solusinya bagaimana. Kalau nanti bisa diaktivasi akan bisa mengangkut orang yang ingin bepergian melalui jalur Jogja-Borobudur,” katanya.