Angin Kencang Klaten Rusak Puluhan Bangunan, 3 Luka
Angin kencang Klaten Rabu sore merusak rumah dan kios, 3 orang luka ringan, 20 motor terdampak parkiran roboh di Prambanan.
Lahan tebu di Desa Gentan, Gantiwarno, Klaten, terbakar, Selasa (2/7/2019). (Istimewa/Damkar Klaten)
Harianjogja.com, KLATEN -- Kobaran api menyapu lahan tebu seluas tujuh hektare (ha) di Desa Gentan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Selasa (2/7/2019). Total kerugian petani akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp70 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di lahan tebu Dukuh Gentan. Petugas unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten mengerahkan dua mobil damkar untuk memadamkan api.
Salah satu petugas Damkar Klaten, Tri Hatmoko, mengatakan proses pemadaman berlangsung hampir empat jam mulai pukul 10.30 WIB hingga 14.00 WIB. Petugas Damkar dibantu warga sempat kesulitan memadamkan api lantaran arah angin yang berubah-ubah serta kondisi sinar matahari yang terik.
“Pemadaman kami lakukan mulai dari tepi yang penting tidak sampai merembet ke permukiman warga. Kami mau langsung menuju ke tengah lahan tetapi cukup berisiko dengan kondisi arah angin yang berubah dikhawatirkan petugas pemadaman justru terjebak api. Sekitar pukul 14.00 WIB api berhasil dipadamkan dan tidak sampai mengenai rumah warga,” kata Tri saat berbincang dengan JIBI/Solopos, Selasa.
Tri menjelaskan total luas lahan yang terbakar sekitar tujuh hektare dari total lahan tebu yang ditanami seluas 15 ha. Kebakaran itu terjadi diduga lantaran ada unsur kesengajaan.
“Di samping lahan itu kebetulan sudah ada tebu yang dipanen. Diduga sebelumnya ada yang membakar sisa tebu yang dipanen namun justru merembet ke lahan tebu lainnya yang belum dipanen,” jelas dia.
Tri mengatakan ada sekitar empat kebakaran lahan selama musim kemarau sejak awal Juni lalu. Salah satu penyebab kebakaran lahan terjadi akibat pembakaran sampah yang berdekatan dengan lahan.
“Pada musim kemarau seperti ini, kalau warga mau membakar sampah kami harapkan lebih berhati-hati. Jangan menumpuk sampah terlalu banyak kemudian dibakar. Lebih baik kalau memang harus dibakar, proses pembakarannya sedikit demi sedikit untuk meminimalkan api merembet ke mana-mana,” urai dia.
Kepal Desa Gentan, Sudiman, mengatakan lahan tebu yang terbakar merupakan lahan tanah kas Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, yang dikelola warga di wilayah Jabung dan Gentan untuk bertanam tebu.
“Memang secara lokasi berada di Gentan. Namun, tanah tersebut merupakan tanah kas aset Desa Jabung,” kata Sudiman.
Dia menuturkan lahan tebu yang terbakar itu sudah siap panen. Akibat kebakaran tersebut, para petani diperkirakan rugi hingga puluhan juta rupiah. Jika kondisi normal, tebu yang dipanen bisa terjual hingga Rp25 juta/ha.
“Tebu yang terbakar masih bisa didapatkan hasilnya jika dipanen kurang dari 24 jam setelah kebakaran. Namun, harganya tentu anjlok karena rendemennya turun. Kalau diperkirakan untuk 7 ha lahan tebu terbakar ini kerugiannya mencapai Rp70 juta,” jelas Sudiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.