Pendukung Jokowi-Ma'ruf Diimbau Tak Mengejek dan Menyindir

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
28 Juni 2019 11:17 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Koordinator Relawan Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq mengimbau agar pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 tidak lagi melakukan provokasi dan saling sindir.

Menurutnya, jika dilakukan terus menerus, maka sindiran dan provokasi bisa memecah belah bangsa.

"Kemenangan boleh dirayakan, namun harus dilaksanakan secara bijak dan bersahabat. Hentikan saling sindir-menyindir, atau hal-hal yang bisa memprovokasi perpecahan, baik di media sosial atau pun di pergaulan nyata," kata Maman dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (27/6/2019) malam.

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak semua permohonan atau petitum yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sengketa Pilpres 2019.

Dengan penolakan itu, maka kemenangan yang diraih Jokowi-Ma'ruf telah sah dan mengikat di mata hukum.

Pasca-MK mengeluarkan putusan, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga langsung menggelar konferensi pers.

Jokowi mengucapkan terima kasih dan berharap masyarakat kembali bersatu pasca =putusan MK. Sementara, Prabowo mengucapkan terima kasih atas semua dukungan masyarakat dan pendukungnya selama Pilpres 2019.

"Perbedaan tidak harus membuat bangsa ini melepaskan prinsip ukhuwah wahtoniyyah, persaudaraan sesama anak Bangsa," kata Maman.

Menurut Maman, pendukung Jokowi-Ma'ruf masih punya tugas untuk menghilangkan friksi, sakwa sangka, praduga dan hal negatif lainnya di masyarakat sebagai imbas Pilpres 2019. Mereka juga diminta aktif merangkul semua elemen untuk menyatu kembali, mengajak bekerjasama kembali demi Indonesia

"Ini adalah  2 atau 3 hari terakhir Bulan Syawal, mari kita maksimalkan momentum Syawal ini dengan saling bergandengan dan saling memafkan," tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia