Advertisement
Kekeringan di Magetan Kian Meluas, 2 Desa Kekurangan Air Bersih
Petugas mengirimkan air bersih kepada warga Desa Trosono, Kecamatan Parang, Magetan, Selasa (18/6 - 2019). (Istimewa/BPBD Magetan)
Advertisement
Harianjogja.com, MAGETAN -- Kekeringan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meluas pada awal musim kemarau tahun 2019 ini. Sampai saat ini sudah ada dua desa mengalami kekeringan dan meminta dropping air bersih dari pemerintah.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan pada pekan lalu masyarakat di Desa Trosono, Kecamatan Parang, mulai mengalami kesulitan mencari air bersih. Kemudian pada pekan ini kekeringan sudah mulai meluas di Desa Sayutan, Kecamatan Parang.
Advertisement
"Sampai saat ini terdata sudah ada dua desa yang mengalami kekeringan yaitu di Kecamatan Parang," kata dia saat dihubungi JIBI/Solopos.com, Kamis (27/6/2019).
Fery menyampaikan jumlah warga yang terdampak kekeringan di Desa Sayutan ada sebanyak 575 jiwa. Mereka sudah mulai merasakan kesulitan mencari air bersih karena sumber air di desanya sudah mulai menyusut, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
"BPBD menerima surat dari kantor Desa Sayutan untuk mengirim bantuan air bersih karena sumber air dari gunung sudah menyusut," jelas dia.
Atas permintaan itu, pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan dropping air bersih di desa tersebut sebanyak 6.000 liter. Dia berharap air bersih yang diberikan bisa dimanfaatkan secara maksimal dan lebih berhemat air bersih.
"Kalau mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih bisa menghubungi BPBD dengan melayangkan surat melalui desa dan disampaikan kepada kecamatan setempat," terang Fery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Ini Penyebab Meninggalnya Tentara Indonesia di Lebanon
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
Advertisement
Advertisement




