Advertisement
MUI Gencar Sosialisasikan Islam Wasathiyah untuk Cegah Penyebaran Paham Radikal
Ibadah haji. - REUTERS/Ammar Awad
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Dalam rangka mencegah penyebaran paham radikalisme di masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyosialisasikan Islam Wasathiyah yakni Islam yang moderat penuh kasih sayang.
"MUI sebagai lembaga yang mengarahkan umat melakukan sosialisasi Islam Wasathiyah yakni Islam yang moderat yang Rahmatan lil'alamin," kata Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, KH Abdullah Jaidi, kepada Antara saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/6/2019).
Advertisement
MUI juga telah menyosialisasikan secara internasional tentang konsep Islam Wasathiyah yang dilaksanakan pada kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim dunia pada tahun 2018 lalu di Bogor.
Pertemuan itu bertujuan untuk mempromosikan Islam moderat yang berkembang di Indonesia kepada dunia. Sekaligus mengusulkan kepada dunia agar wasathiyah Islam dapat dipertimbangkan untuk menjadi solusi bagi krisis peradaban dunia dewasa ini.
BACA JUGA
Jaidi mengatakan sosialisasi ini terus dilakukan MUI ke seluruh masjid-masjid di Indonesia baik yang ada di lingkungan kementerian lembaga, maupun perguruan tinggi.
Selain itu, upaya lainnya adalah memantau kurikulum ceramah para dai maupun ustadz agar menyampaikan pemahaman dan kajian-kajian yang benar sesuai tuntutan agama.
Lebih lanjut ia mengatakan MUI tidak bisa bekerja sendiri dalam upaya pencegahan paham radikalisme di masyarakat. Beberapa kerja sama telah dilakukan diantaranya dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang sudah berlangsung sejak dua tahun lalu.
"MUI terus berkomunikasi dengan DMI memberikan masukan, Alhamdulillah sekarang ada perubahan sudah cukup bagus dalam mengisi ceramah ustadz di masjid-masjid yang ada di kementerian BUMN maupun pemerintah dan perguruan tinggi," katanya.
Upaya lainnya yang telah dilakukan MUI adalah membentuk lembaga khusus yakni Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme yang saat ini diketuai oleh Zainut Tauhid Saidi.
MUI juga telah bermitra dengan BNPT dan Kepolisian serta kementerian lainnya dalam rangka mencegah radikalisme di masyarakat.
Jaidi juga menambahkan, peran Kementerian Komunikasi dan Informatika juga perlu untuk menyaring konten-konten negatif terkait radikalisme agar tidak mudah diakses oleh masyarakat.
"Kominfo telah bersilaturahmi dengan MUI, kita bekerja sama melakukan upaya-upaya preventif," katanya.
Sementara itu Pakar Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati di tempat terpisah mengatakan peran tokoh agama menjadi sangat penting dalam upaya mencegah radikalisme di masyarakat.
Devie mengatakan keterlibatan tokoh agama ini sudah menjadi program dari BNPT, karena mereka yang setiap hari bisa berinteraksi dengan masyarakat dan jumlahnya menyebar di seluruh Indonesia.
"Peran tokoh agama memang perlu dirangkul dan dilibatkan," katanya.
Devie menambahkan tokoh agama ini harus menjadi yang terdepan dalam memberikan pandangan yang inklusif yang merakul semua kalangan, agar kelompok-kelompok yang secara serius dan sistematis menyebarkan ajaran radikalisme itu bisa dicegah penyebarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Bus Wisata Dilarang Masuk Sumbu Filosofi, Pemkot Jogja Siapkan Lokasi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pantau Rekening Pejabat Pajak, Menkeu Perketat Bersih-Bersih DJP
- Ledakan Pipa Gas di Rokan, Produksi Minyak Hilang 2 Juta Barel
- Kronologi Konflik Warga Pandeyan Bantul Berujung Diminta Pergi
- Uji Coba Zero ODOL Dimulai 27 Januari 2026, Kemenhub Andalkan Digital
- Menkeu Purbaya Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga
- Target 2026: Insentif Guru Non-ASN Naik, Pelatihan Diperluas
- Tanah Ambles di Kemadang Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement



