Pindah ke Gunng Sindur, Setya Novanto Bawa Kotak Plastik Besar

Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019). - ANTARA FOTO/Reno Esnir
15 Juni 2019 19:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANDUNG-- Terpidana kasus e-KTP Setya Novanti telah dipindah dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur di Bogor Jawa Barat.

Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto menyebutkan barang-barang milik Setya Novanto di Lapas Sukamiskin sudah dibawa ke Rutan Gunung Sindur oleh petugas lapas.

"Barang-barang Setnov sudah dibawa petugas Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur sekitar pukul 13.30 WIB," kata Tejo di Bandung, Sabtu (15/6/2019).

Barang-barang Novanto yang dibawa ke Rutan Gunung Sindur di antaranya pakaian dan obat-obatan. Novanto sendiri dipindahkan ke Gunung Sindur, Jumat (14/6/2019) malam.

"Tadi saya lihat ada baju, celana, dan obat-obatan. Itu dibawanya pakai kotak plastik besar," katanya.

Namun, dia belum menyebutkan barang-barang tersebut diangkut menggunakan alat transportasi apa menuju salah satu rutan superketat di Jawa Barat tersebut.

Berdasarkan pantauan di Lapas Sukamiskin, terlihat petugas lapas membawa sejumlah kantung plastik besar menuju area parkiran.

Namun, petugas tersebut enggan menyebut kepemilikan barang-barang yang ada di dalam kantung plastik itu.

"Bukan, ini hanya barang bekas," kata petugas Lapas Sukamiskin.

Kantung plastik itu diangkut oleh para petugas ke dalam mobil penyedia jasa pencucian dan dibawa keluar Lapas Sukamiskin.

Setya Novanto oleh pihak Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur karena ulahnya yang kedapatan pelesiran di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Sebelum kepergok pelesiran, mantan Ketua DPR RI tersebut menjalani perawatan karena penyakit yang dideritanya di Rumah Sakit Santosa Bandung sejak 12 Juni 2019. Sejak itu, Novanto belum lagi pulang ke Lapas Sukamiskin hingga saat dirinya dipindahkan.

Sumber : Antara