Tiket Kereta Api pada 23 Desember 2022 Jadi Terlaris
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
Prabowo Subianto tengah melakukan inspeksi/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA--Partai Gerindra seakan mengalami mimpi buruk dalam ajang Pemilu di Indonesia. Partai pimpinan Prabowo Subianto ini dinyatakan kalah Pemilu Presiden (pilpres) dan hanya mendapat tempat sebagai runner-up di pemilu legislatif (pileg).
Tetapi, Peneliti senior Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengungkapkan kepada Bisnis, Selasa (11/6/2019), bahwa apabila Gerindra menatap ke depan, partai berlambang garuda emas ini justru memiliki peluang baik di pemilu 2024.
"Dari sisi parpol, Gerindra itu punya kans menjadi partai pemenang Pilpres atau Pileg di periode mendatang. Mirip seperti PDIP yang pada 2014 mengambil momentum jatuhnya Partai Demokrat," ujar Karyono.
"Apalagi masa jabatan pak Joko Widodo bakal habis kalau terpilih lagi. Sama seperti pak Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] waktu itu. Kalau tidak punya sosok pengganti, partai lain terutama dari oposisi, bisa mengambil benefit, memanfaatkan taraf ketidakpuasan masyarakat terhadap partai petahana," tambahnya.
Kendati demikian, Karyono menyebut ada dua syarat yang mesti diperhatikan Gerindra, apabila ingin menyongsong masa depan yang lebih baik di Pilkada atau Pemilu Serentak berikutnya.
"Pertama, harus konsisten sebagai oposisi yang mencerdaskan, bisa mengambil sikap politik dan kebijakan alternatif yang mengena di mata masyarakat. Saya rasa, pada waktu itu PDIP berhasil konsisten," jelasnya.
"Yang kedua, harus bersikap inklusif. Partai oposisi yang sifatnya ekslusif, rasanya sulit bisa mengambil hati masyarakat umum. Gerindra sebenarnya kan punya modal untuk itu," tambah Karyono.
Sayangnya, Karyono menilai sikap politik Gerinda terlihat bergeser sejak Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya, Gerindra terlalu terbawa sikap PKS yang menerapkan politik eksklusif, bahkan kerap menonjolkan politik identitas.
"Jadi ideologi asli partai [Gerindra] harus dipraktikkan dengan betul, bukan hanya di mulut saja. Itu pekerjaan rumah Gerindra kalau mau sukses di Pemilu berikutnya," ungkap Karyono.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ketika Bisnis meminta tanggapan, menyatakan bahwa Gerindra masih fokus pada penyelesaian sengketa Pemilu Serentak 2019. Bahkan, Gerindra masih percaya diri, akan ada kabar baik dalam waktu dekat.
"Kalau [rencana Gerindra] pascapilpres, ini kan kita lihat [penyelesaian sengketa pemilu di] MK dulu. Pendapat itu akan kita bawa di evaluasi partai setelah keluar hasil MK. Kita belum bisa bicara oposisi, kan masih ada kans menang di MK," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat tiket terlaris pada momen Natal & Tahun Baru 2023 (Nataru) jatuh pada 23 Desember 2022.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.