SAR Perpanjang Pencarian Rombongan Wartawan hingga 17 September
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
Polisi berjaga di Gereja St Anthony\'s Shrine di Kolombo, Sri Lanka pascaledakan bom yang menewaskan ratusan jiwa, Minggu (21/4/2019) lalu./Reuters
Harianjogja.com, KOLOMBO--Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengkritik penyelidikan kasus pengeboman Minggu Paskah oleh parlemen, Jumat (7/6/2019). Kritikan itu disampaikan sehari setelah testimoni oleh dua sosok penting yang menuduhnya tidak becus menangani keamanan nasional negara.
Serangan 21 April yang diklaim oleh ISIS menewaskan lebih dari 250 orang meskipun badan intelijen India berulangkali telah memperingatkan pihak berwenang Sri Lanka bahwa ada komplotan yang sedang merencanakan serangan.
Komisi Pemilihan Parlemen, yang dipimpin sekutu rival Perdana Menteri Sirisena, Ranil Wickremesinghe, sedang mendalami serangan guna mengindentifikasi kemungkinan penyimpangan yang membuat militan garis keras menargetkan sejumlah hotel dan gereja.
Pada Kamis, Inspektur Jenderal Kepolisian Pujith Jayasundara di hadapan parlemen mengatakan bahwa Sirisena memintanya untuk bertanggung jawab atas serentetan pengeboman. Ia diminta mundur. Namun, Jayasundara menolak untuk meninggalkan jabatannya meskipun dijanjikan jabatan diplomatik sebagai imbalan.
Mantan menteri pertahanan Sri Lanka, Hemasiri Fernando juga memberikan kesaksian pada Kamis, dengan mengatakan presiden menginstruksikan agar Wickremesinghe didepak dari pertemuan dewan keamanan.
Sirisena belum membahas tuduhan tersebut secara terbuka. Juru bicara pun tidak menanggapi permintaan untuk diminta berkomentar tentang mereka.
Pada Jumat, Sirisena mengatakan kepada pejabat kepolisian bahwa ia menentang penyelidikan tersebut.
"Saya tidak menerima komisi pemilihan dan saya tidak akan mengirim anak buah saya untuk komisi tersebut," kata dia sebelum menggelar rapat darurat kabinet pada Jumat malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Operasi SAR pencarian 8 wartawan dan 3 kru kapal di Selat Sunda diperpanjang hingga 17 September 2026 setelah tujuh hari belum membuahkan hasil.
DPRD Kota Jogja menyoroti keluarga kurang mampu yang memilih SD swasta. Pendidikan agama dan karakter menjadi salah satu pertimbangannya.
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Pesawat Aman Air pengangkut 3.700 liter BBM tergelincir di Bandara Mulia Papua Tengah. Pilot selamat dan bandara ditutup sementara.
Antam mengusulkan seluruh penjual emas dan perak wajib melaporkan data penjualan ke Ditjen Pajak agar kewajiban berlaku secara merata.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.