Advertisement
5 Pegawai Pemerintah Tewas Akibat Bom di Afghanistan
Ilustrasi bom, - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, AFGHANISTAN--Lima orang pegawai pemerintah tewas akibat ledakan bom magnetik di Ibu Kota Afghanistan, Senin. Bom tersebut meledakkan bus yang mereka tumpangi.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi mengatakan bus itu sedang membawa pegawai Komisi Layanan Sipil dan Reformasi Adminstrasi Independen saat bom meledak, menyebabkan bus hangus terbakar dan menimbulkan kepulan asap hitam.
Advertisement
Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan tersebut, yang meletus hanya beberapa jam setelah kementerian dalam negeri mengelar konferensi pers terkait pengamanan di sejumlah kota besar, terutama di Kabul, menjelang Idul Fitri.
Sebelumnya pada Minggu, dua orang tewas dan 24 lainnya terluka akibat sejumlah ledakan bom yang menargetkan bus yang ditumpangi mahasiswa di Kabul. Kelompok ISIS mengklaim ledakan tersebut.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement
Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Wacana Batas Usia Medsos Picu Kekhawatiran Baru, Ini Kata Pakar
- Mendikdasmen Minta Siswa Tak Terjebak Soal Sulit Tes TKA
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi, JK Akan Melapor ke Bareskrim Hari Ini
- Komunitas Jogja Istimewa di Bantul Langsung Gaet Ribuan Anggota
- Bansos April Mulai Cair, Berikut Cek Penerima dan Proses Pencairan
- Ambil Gamelan, Dukuh Seloharjo Bantul Dipecat, Kini Gugat ke PTUN
Advertisement
Advertisement







