Amien Rais Bandingkan Penahanan Pendukung Prabowo dengan Penahanan Buya Hamka & Muhammad Natsir

Amien Rais - Antara/Sigid Kurniawan
30 Mei 2019 20:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Amien Rais, anggota Dewan Pembina BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, membandingkan penahahan sejumlah politisi pendukung Prabowo-Sandi dengan Buya Hamkan dan Muhammad Natsir.

Ia mengklaim, orang-orang yang memperjuangkan kebenaran selalu berurusan dengan penguasa dan aparat penegak hukum.

Amien mencontohkan Buya Hamka, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1975 dan Muhammad Natsir, Perdana Menteri Indonesia 1950-1951. Menurut Amien Rais, keduanya pernah dipenjata karena mengkritik penguasa.

“Pak Hamka itu ulama besar, tapi karena mengkritik kekuasaan sempat mendekam di penjara beberapa tahun. Kemudian, Bapak Muhammad Natsir bekas perdana menteri, juga menginap di penjara beberapa tahun,” kata Amien saat berpidato dalam acara doa bersama untuk korban kerusuhan 22 Mei, di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).

Amien mengingatkan rezim Presiden Jokowi dan aparat penegak hukum agar tidak berlaku zalim. Sebab, kondisi Indonesia disebutnya sedang kritis.

“Jadi, kepada rezim tolong hentikan persekusi, hentikan kriminalisasi, hentikan kezaliman kepada orang orang yang ingin menegakkan kebenaran,” ujarnya.

“Umat Islam dikejar-kejar, dicarikan dalih apa pun supaya masuk penjara. Maka insyallah penguasa akan hancur.”

Sumber : Suara.com