Hasil Autopsi Harun Al Rasyid: Ada Luka Tembak di Tubuhnya

Seorang pengunjuk rasa memeluk personel kepolisian seusai mengikuti aksi damai di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (24/5/2019). - Antara/Nova Wahyudi
30 Mei 2019 19:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Hasil autopsi terhadap Harun Al Rasyid, remaja 15 tahun yang menjadi korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019 telah rampung. Di tubuh Harun ditemukan luka tembak.

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal Polisi Musyafak mengatakan Harun mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri atas hingga menembus dada.

"Sudah, hasil autopsinya luka tembak. Itu kamiterima dari RS Dharmais dan ada juga yang belum tahu identitasnya alias Mr X. kalau tidak salah tanggal 23 Mei dini hari jam 01:00 WIB kami terima rujukan korban dari RS Dharmais. Sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Musyafak saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Meski demikian, Musyafak belum dapat memastikan apakah Harun tewas terkena peluru tajam atau karet. Pasalnya, hal tersebut menjadi wewenang Puslabfor Mabes Polri.

"Wah itu yang menentukan bukan kami, tapi Puslabfor," tuturnya.

Harun, 15, warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) malam.

Harun meninggal dunia ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat. Kerusuhan sendiri terjadi berturut-turut selama dua hari pada 21 Mei 2019 dan 22 Mei 2019. Dari demonstrasi menuntut pengusutan kecurangan pemilu 2019 di Bawaslu pada pagi hari di kedua tanggal tersebut, situasi berubah ricuh pada malam harinya hingga pagi keesokan harinya.

Setidaknya ada lima titik ricuh pada tanggal 21-22 Mei 2019, yakni depan Gedung Bawaslu, Pasar Tanah Abang, Simpang Jalan Agus Salim (Sabang), Jembatan Slipi Jaya dan Petamburan (sekitar kompleks Asrama Brimob).

Sumber : Antara