Polisi Periksa Kontraktor usai Bocah Tewas di Lubang Proyek Tebet
Polisi memeriksa kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di Tebet, Jakarta Selatan.
Ilustrasi personel polisi/ANTARA FOTO-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, JAKARTA--Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan saat ini lokasi di sekitar Mahkamah Konstitusi, Jakarta menjadi salah satu prioritas utama pengamanan aparat.
"Penebalan iya. Sekarang [pengamanan MK] masuk prioritas utama," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Senin (27/5/2019).
Selain di MK, pengamanan juga diketatkan di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Istana dan Gedung MPR/DPR. "Lima titik itu jadi fokus pengamanan saat ini sampai dengan sidang di MK," katanya.
Sementara sebanyak 58.000 personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga menjaga keamanan di seluruh DKI Jakarta. Mantan Wakapolda Kalteng itu menambahkan pelaksanaan Siaga 1 secara nasional telah dicabut pada 25 Mei lalu. Sementara untuk saat ini, kebijakan mengenai situasi keamanan di wilayah DKI Jakarta diserahkan kepada Kapolda Metro Jaya.
"Siaga 1 secara nasional sampai tanggal 25 Mei. Untuk tingkat Polda Metro diserahkan analisanya ke kapolda. Ia akan bekerja sama dengan pangdam mengevaluasi situasi keamanan wilayah Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi memeriksa kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di Tebet, Jakarta Selatan.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Evaluasi Program MBG fokus pada insentif SPPG, kualitas makanan, dan perluasan penerima hingga wilayah 3T.
BPJS Kesehatan tunggu pencairan Rp20 triliun untuk jaga JKN, tanpa intervensi diprediksi bertahan hingga 2027.
Sleman memperkuat sektor pariwisata MICE dengan menggandeng 95 buyer nasional dalam business matching di Jakarta.
Satu hakim menyatakan Nadiem tak terbukti korupsi Chromebook, namun tetap divonis 10 tahun penjara oleh mayoritas.