Pernyataan Lengkap Prabowo Subianto soal Rusuh Jakarta

Prabowo Subianto berbicara di hadapan pendukungnya di Jakarta, Jumat (19/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan
22 Mei 2019 19:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait unjuk rasa memprotes hasil pemilu pada 21-22 Mei di Jakarta yang diwarnai kerusuhan.

Prabowo Subianto meminta kepada para pendukungnya untuk menyampaikan pendapat secara damai.

"Mari kita sama-sama jaga rakyat damai dan bergembira," ucap Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Prabowo yang didampingi Sandiaga Uno dan elite pendukungnya juga menegaskan akan menggunakan hak secara konstitusinal yang berakhlak yang damai dan tanpa kekerasan untuk melakukan perjuanagn politik usai rekapitulasi pemilu 2019 diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berikut pernyataan lengkap Prabowo menyikapi kondisi terkini:

"Saudara-saudara sekalian, para insan media yang hadir terutama saudara-saudara se-Tanah Air yang melihat acara ini. Saya akan membacakan statemen yang kami susun menyikapi keadaan yang sedang berlangsung dewasa ini. Pertama, Innalillahi Wa Inaillaihi Rajiun, kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 6 orang dan terlukanya ratusan masyarakat yang menjadi korban kekerasan dalam malam hari dan dini hari tadi.

Kedua, seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali sebelumnya kami mendukung semua penggunaan hak konstitusional yang berakhlak yang damai dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan kita. Oleh sebab itu, saya menghimbau kepada seluruh pihak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian, pihak TNI untuk menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan fisik termasuk kepada seluruh pejabat publik, pejabat kepolisian, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, netizen dan seluruh anak bangsa untuk menghindari kekerasan verbal yang dapat memprovokasi apalagi di bulan Ramadan yang baik.

Ketiga, meminta peristiwa kekerasan tadi malam dan juga di Subuh tadi yang telah mencoreng martabat dan marwah bangsa Indonesia, jangan terjadi lagi. Bila hal ini sampai terjadi lagi, kami sangat khawatir rajutan dan anyaman kita semua bisa rusak dan sangat sulit untuk dirangkai lagi.

Keempat, kami memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Besar, Yang Maha Esa agar kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat senantiasa terjaga dan tidak digunakan sebagai alat kekuasaan. Adik-adik ku para pejabat yang bertugas di TNI-Polri yang masih aktif, saya mohon kita ingat bersama seragam, makanan dan senjata-senjata yang Anda gunakan dibiayai oleh rakyat.

Saudara adalah milik rakyat semuanya, rakyat mendambakan saudara mengayomi rakyat semuanya. Saudara adalah harapan kita. Saudara-saudara kami mohon janganlah menyakiti hati rakyat, apalagi memukul dan menegak rakyat. Mari kita sama-sama jaga rakyat damai dan bergembira."

Sumber : Okezone.com