Polres Jepara Tahan Pengasuh Ponpes Kasus Kekerasan Seksual
Polres Jepara menahan pengasuh ponpes kasus dugaan kekerasan seksual dengan modus nikah siri fiktif terhadap seorang pelajar.
Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, dijumpai wartawan terkait deklarasi Forum Rektor Indonesia (FRI) Jateng di Kampus Undip, Tembalang, Kota Semarang, Senin (20/5/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)
Harianjogja.com, SEMARANG--Sekitar 80 rektor perguruan tinggi se-Jawa Tengah (Jateng), berkumpul di Gedung Prof. Sudharto, Kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Senin (20/5/2019). Mereka berkumpul pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (22/5/2019).
Acara yang digagas Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, bersama Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rochman, dan , Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng, Prof. Dr. D.Y.P. Sugiharto, itu membicarakan sejumlah hal terkait situasi dan kondisi politik pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April lalu.
Rektor Undip menilai pasca-coblosan Pemilu 2019, kondisi politik Tanah Air mulai memanas. Banyak bertebaran klaim dari pasangan calon (paslon) yang membuat gaduh suasana di tengah masyarakat. Terlebih lagi, muncul isu adanya people power untuk menentang hasil pemilu yang diumumkan, Rabun anti.
Agar isu-isu tersebut tidak menjadi bola liar, Forum Rektor Indonesia (FRI) Jawa Tengah itu pun melakukan deklrasi untuk menentukan sikap. “Deklarasi ini dilakukan agar masyarakat tidak terprovokasi dan bentuk keprihatinan kami melihat dan mengantisipasi kondisi yang berkembang saat ini,” ujar Yos selaku Rektor Undip sekaligus Ketua FRI saat dijumpai wartawan di Gedung Prof. Sudharto, Senin siang.
Berkembangnya isu-isu negatif yang ada di masyarakat, lanjut Yos juga dirasakan petinggi perguruan tinggi. Hingga akhirnya muncul gagasan untuk membuat sikap dan melakukan deklarasi. “Inilah sikap kami dalam rangka memelihara bangsa Indonesia agar tetap pada ideologi Pancasila dan tidak terpecah belah gara-gara maneuver elit politik yang berkontestasi dalam pemilu,” imbuhnya.
Deklarasi yang dilakukan forum rektor ini, lanjut Yos berisi tentang penyelesaikan semua permasalahan dengan cara musyawarah, bukan people power. Menurutnya, sebagai orang Jawa haruslah mengedepankan sifat ‘yen ono rembuk, ayo dirembuk’ atau musyawarah untuk mencapai mufakat dan bukan menjunjung sikap egois yang mementingkan diri sendiri.
"Kami juga meminta elit politik agar tidak melakukan provokasi. Selain itu juga memberikan dukungan kepada penegak hukun untuk tegas dalam melakukan penindakan," jelasnya.
Menurutnya, apabila kondisi pasca Pilpres 2019 masih seperti ini, bangsa Indonesia akan berkutat di situ saja. Prof. Yos juga mengimbau mahasiswa khususnya di Jawa Tengah agar tidak ikut gerakan people power. "Tugas mahasiswa adalah belajar dengan tekun," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com/Semarangpos
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.