Beri Perhatian Serius, Tokoh Agama di NTT Beri Apresiasi untuk Jokowi

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo mengikuti debat Capres ke-4 di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). - Suara.com/Arief Hermawan P
20 Mei 2019 11:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, NTT--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat apresiasi dari para tokoh agama di Provinsi Nusa Tenggara Timur karena telah memberikan perhatian secara serius terhadap pembangunan infrastruktur di provinsi berbasis kepulauan ini.

"Kita harus mengapresiasi terhadap Presiden Joko Widodo yang begitu besar memberikan perhatian terhadap NTT. Belum pernah ada Presiden yang datang sampai 10 kali ke NTT kecuali Jokowi untuk melihat secara langsung berbagai pembangunan di daerah ini," kata Ketua Parisadah Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), I Wayan Wira Susana kepada Antara di Kupang, Senin.

Wayan mengatakan hal itu terkait kedatangan Presiden Joko Widodo yang datang ke NTT pascapemilu 2019 untuk meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Senin (20/5/2019).

Menurut Wayan, Presiden Jokowi memiliki perhatian serius terhadap NTT bukan karena hasil perolehan suara yang diraihnya pada pemilu 17 April 2019 lalu di daerah ini sangat tinggi, namun karena ingin daerah ini cepat berkembang.

"Apabila dilihat dari jumlah pemilih pada pemilu lalu pemilih di NTT tidak seberapa jika dibandingan di daerah lain, namun perhatian Presiden Jokowi untuk NTT sangat luar biasa," kata Wayan.

Ia mengatakan, masyarakat NTT sangat bersyukur ada pemimpin negara seperti Jokowi yang sangat memahami berbagai persoalan pembangunan di daerah ini.

Menurut Wayan, persoalan pembangunan di NTT adalah air sehingga perhatian Presiden Jokowi untuk membangun banyak bendungan di NTT menjadi solusi dalam mengatasi krisis air yang sering dihadapi masyarakat daerah ini pada musim kemarau seperti ini.

"Kami sangat mengapresiasi terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang membangun banyak bendungan di NTT sehingga kebutuhan air untuk usaha pertanian dan air minum masyarakat secara bertahap terpenuhi," tegas Wayan.

Sumber : Antara