Kapolda Jateng: Sudah 8 Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan Mantan Kasat Reskrim Wonogiri, 3 Orang Masih DPO

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. - Harian Jogja/Nina Atmasari
19 Mei 2019 09:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Polisi terus mengembangkan pemeriksaan kasus pengeroyokan mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulya Ramdhani. Kekinian, sebanyak delapan orang tersangka sudah ditahan dan tiga lainnya dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan selain penahanan tersangka, sejumlah barang bukti pengeroyokan juga diamankan.

"Untuk pengembangan kasus sudah 8 tersangka dilakukan penahanan. Dengan beberapa barang bukti seperti kayu, batu dan berbagai peralatan untuk kekerasan seperti itu," kata Rycko, usai acara perayaan waisak di Pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019), malam.

Untuk penyidikan kasusnya saat ini sudah 27 saksi dilakukan pemeriksaan. Selain itu, penyidik telah melakukan rekontruksi untuk proses pembuktian.

"27 saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Penyidik sudah melakukan rekonstruksi untuk proses pembuktiaannya. Saat ini, sudah dalam proses pemberkasan," katanya.

Selain itu, kata Kapolda, penyidik telah mengirimkan beberapa nama DPO.

"Ada 3 nama DPO, sudah dikirim. Masih berkembang terus karena jumlahnya cukup banyak," katanya.

Pada kesmepatan itu, ia meminta doa untuk AKP Aditya agar segera diberikan kesembuhan.

"Saat ini [AKP Aditya] masih dilakukan proses pengobatan di ICU, belum sadar, masih proses. Mohon doanya, ya, supaya diberikan kesembuhan kepada Pak AKP Aditya," katanya.

AKP Aditia mengalami koma setelah dikeroyok sekelompok orang saat berupaya menghalau bentrok antarmassa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (SH) Winongo, Kamis (9/5/2019) dini hari. Saat kejadian, AKP Aditia mengenakan pakaian sipil dan terpisah dari rekan-rekannya.