Bayi Ditemukan di Gorong-Gorong Kini Sudah Punya Orang Tua Asuh
Bayi laki-laki yang ditemukan pemulung di gorong-gorong jalan Solo-Semarang wilayah Banyudono, Boyolali, akhir September lalu, kini sudah punya orang tua asuh.
Bongkat buat bagasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah/Bisnis-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, BOYOLALI--Sejumlah bandara di Indonesia mulai mengantisipasi masuknya penyakit cacar monyet atau monkey pox yang belakang ditemukan di Singapura. Salah satunya adalah Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jawa Tengah.
Alat pengukur suhu badan (thermoscan) yang dipasang di terminal kedatangan internasional akan dimaksimalkan untuk mendeteksi panas tubuh penumpang yang datang dari luar negeri.
Belum lama ini sempat heboh virus cacar monyet atau monkey pox. Virus tersebut dikabarkan telah menjangkiti beberapa warga Singapura. Terkait hal itu saat ini Indonesia turut mewaspadai penyebaran virus tersebut.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan meskipun di bandara tersebut saat ini belum ada penerbangan rute Solo-Singapura, antisipasi tetap dilakukan.
"Terkait masalah virus cacar monyet kami mengambil tindakan bersama KKP [Kantor Kesehatan Pelabuhan], dengan menaruh alat pendeteksi panas di ruang kedatangan internasional," kata dia saat ditemui wartawan di Bandara Adi Soemarmo, Kamis (16/5/2019).
Menurut Usman, dengan thermoscan tersebut bisa dimonitor jika ada penumpang yang nemiliki panas tubuh di atas 38 derajat Celsius. "Kami akan amankan dan periksa. Apabila benar terjangkit virus itu nanti KKP akan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," lanjut dia.
Namun dia mengatakan sampai Kamis siang, di bandara tersebut belum ada penumpang yang terdeteksi dengan penyakit cacar monyet. "Tapi karena kami ada penerbangan umrah setiap hari, jadi setiap yang lewat akan terjaring. Alat sudah ada dan siap setiap saat," kata dia.
Sementara itu, salah satu petugas KKP Wilayah Kerja Bandara Adi Soemarmo, Suharto, mengatakan kegiatan kewaspadaan terhadap monkeypox mengacu pada Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. SR.03.04/II/1169/2019 tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox.
Di dalam Surat Edaran tersebut KKP diinstruksikan untuk menyebarluaskan informasi monkeypox kepada masyarakat. Selain itu juga melakukan pengawasan lebih intensif kepada kru dan oelaku perjalanan dari Singapura, negara-negara Afrika Barat, dan Afrika Tengah.
Kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kru dan pelaku perjalanan yang terdeteksi demam atau sakit yang diduk terkait dengan monkeypox.
"Alat thermoscan ini sudah dipasang sejak awal 2019. Namun hingga saat ini belum ada yang terdeteksi panas hingga 38 derajat Celsius," kata dia kepada wartawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Bayi laki-laki yang ditemukan pemulung di gorong-gorong jalan Solo-Semarang wilayah Banyudono, Boyolali, akhir September lalu, kini sudah punya orang tua asuh.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.