DPR Desak Semua Aset Eks Jampidsus Febri Diburu hingga Tuntas
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
TNI berjaga pasca kerusuhan di Lapas Langkat. /Ist-Antara.
Harianjogja.com, LANGKAT--Kericuhan terjadi di Lapas Narkotika Kelas III Langkat, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (16/5) kemarin. Mulai dari peristiwa pembakaran hingga kaburnya sejumlah napi.
Namun, saat peristiwa itu terjadi, Kalapas Narkotika Langkat Bachtiar Sitepu tidak berada dilokasi. Ia diketahui sedang berada di Betlehem.
Hal itu dikatakan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut Jahari Sitepu, Jumat (17/5) pagi.
"Keberadaannya menurut informasi dan sudah di cek langsung dia berada di Betlehem," ujarnya
Jahari menambahkan, kepergian Bachtiar Sitepu ke salah satu kota Palestina di Tepi Barat ini dalam rangka ibadah. "Kalapas cuti sebanyak 30 hari," ujarnya.
Namun, pasca kericuhan yang terjadi kata Jahari, Ia memaksa Kalapas untuk segera kembali ke Indonesia.
"Tetapi menurut informasi dia, pesawat tidak ada. Insya Allah hari Sabtu sudah ada pesawat untuk menuju Indonesia dan Insya Allah minggu sudah ada di Langkat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.
Polri melimpahkan kasus dugaan korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung. DPR memastikan proses hukum dikawal hingga tuntas.
Kemensos terus mendampingi anak di Sukabumi yang kerap mencium bau BBM. Asesmen menunjukkan perkembangan perilaku, tetapi pendampingan berlanjut.
KDMP Bentangan Klaten menggaji dua pegawai Rp1,5 juta per bulan dari pendapatan operasional dengan omzet rata-rata Rp40 juta setiap bulan.