Korupsi Unsoed Soroti Pengawasan Jalur Mandiri PTN
Kasus korupsi Unsoed mengungkap celah jalur mandiri PTN. KPK menetapkan enam tersangka dan pengawasan perguruan tinggi didorong diperkuat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Sosial (Kemensos) terus memberikan pendampingan kepada H (11), anak yatim piatu asal Sukabumi, Jawa Barat, yang kerap membuka tangki sepeda motor milik warga untuk mencium bau bahan bakar minyak (BBM). Pendampingan dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi anak sekaligus menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kunjungan lanjutan dilakukan pada 8 Juli 2026 melalui Sentra Phalamartha sebagai bagian dari asesmen terhadap kondisi H. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan layanan lanjutan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Kemensos Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
Kepala Sentra Phalamartha, Febraldi, menegaskan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dan layanan yang sesuai dengan kondisinya.
“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya. Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Febraldi di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan hasil asesmen, H merupakan anak penyandang disabilitas sensorik dengan hambatan pendengaran dan hambatan bicara.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia pada 2025, H diasuh oleh kakak kandungnya.
Menurut Febraldi, keluarga telah berupaya memberikan pengasuhan semaksimal mungkin meski menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga pengawasan belum dapat dilakukan secara optimal.
"Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, pengasuhan dilakukan semaksimal mungkin, meski pengawasan belum dapat berlangsung secara optimal karena kondisi pekerjaan keluarga," ujarnya.
Hambatan Komunikasi Masih Menjadi Tantangan
Febraldi menjelaskan kakak H juga menghadapi tantangan dalam merawat adiknya karena keterbatasan kemampuan keluarga.
Selain itu, H belum menguasai bahasa isyarat sehingga mengalami kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan maupun mengekspresikan emosinya.
Saat ini H telah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan mengikuti proses pembelajaran secara rutin.
Hasil asesmen menunjukkan perkembangan perilaku yang cukup positif sejak menjalani pendidikan di SLB.
Perilaku mengambil barang milik orang lain, memasuki rumah warga tanpa izin, merusak barang, hingga meludah sembarangan disebut telah jauh berkurang.
Masih Kerap Mencium Bau BBM
Meski menunjukkan perkembangan, H masih berulang kali mencium bau BBM dengan membuka tangki sepeda motor milik warga.
Menurut Kemensos, perilaku tersebut masih memerlukan penanganan dan pendampingan berkelanjutan karena berpotensi membahayakan keselamatan anak.
Selain pendampingan sosial, H juga masih menjalani pengobatan rutin oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) melalui layanan rawat jalan.
Di sisi lain, H juga menjalani penanganan lanjutan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sesuai rujukan medis.
Rehabilitasi Sosial Dipertimbangkan Bila Diperlukan
Kemensos menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, dan keluarga dalam menyusun intervensi yang komprehensif.
"Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, serta keluarga untuk menyusun intervensi yang komprehensif sesuai kebutuhan H. Hasil pemeriksaan medis lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan rehabilitasi sosial yang paling tepat," katanya.
Apabila hasil asesmen menunjukkan perilaku berisiko masih terus berulang dan keselamatan anak belum dapat dijamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kemensos akan mempertimbangkan rujukan ke sentra rehabilitasi yang ramah anak serta memiliki kapasitas menangani anak penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.
"Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan, pengembangan kemampuan komunikasi, pembinaan perilaku, serta penguatan fungsi sosial anak dengan tetap melibatkan keluarga dalam proses rehabilitasi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus korupsi Unsoed mengungkap celah jalur mandiri PTN. KPK menetapkan enam tersangka dan pengawasan perguruan tinggi didorong diperkuat.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Produksi minyak nasional Juli 2026 baru 578.156 bopd dari target 610.000 boepd. ESDM mengungkap sejumlah kendala dan strategi mengejarnya.
Puan Maharani memastikan DPR siap menerima aspirasi demonstrasi 27 Agustus 2026 dan meminta massa menjaga ketertiban.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.