Kemenhaj Temukan 597.860 Data Jemaah Haji Bermasalah
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Sosial (Kemensos) terus memberikan pendampingan kepada H (11), anak yatim piatu asal Sukabumi, Jawa Barat, yang kerap membuka tangki sepeda motor milik warga untuk mencium bau bahan bakar minyak (BBM). Pendampingan dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi anak sekaligus menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kunjungan lanjutan dilakukan pada 8 Juli 2026 melalui Sentra Phalamartha sebagai bagian dari asesmen terhadap kondisi H. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan layanan lanjutan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Kemensos Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
Kepala Sentra Phalamartha, Febraldi, menegaskan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dan layanan yang sesuai dengan kondisinya.
“Setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan serta layanan sesuai kebutuhannya. Kementerian Sosial terus melakukan asesmen, pendampingan, dan koordinasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, berkelanjutan, serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Febraldi di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan hasil asesmen, H merupakan anak penyandang disabilitas sensorik dengan hambatan pendengaran dan hambatan bicara.
Sejak kedua orang tuanya meninggal dunia pada 2025, H diasuh oleh kakak kandungnya.
Menurut Febraldi, keluarga telah berupaya memberikan pengasuhan semaksimal mungkin meski menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga pengawasan belum dapat dilakukan secara optimal.
"Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, pengasuhan dilakukan semaksimal mungkin, meski pengawasan belum dapat berlangsung secara optimal karena kondisi pekerjaan keluarga," ujarnya.
Hambatan Komunikasi Masih Menjadi Tantangan
Febraldi menjelaskan kakak H juga menghadapi tantangan dalam merawat adiknya karena keterbatasan kemampuan keluarga.
Selain itu, H belum menguasai bahasa isyarat sehingga mengalami kesulitan dalam menyampaikan kebutuhan maupun mengekspresikan emosinya.
Saat ini H telah bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan mengikuti proses pembelajaran secara rutin.
Hasil asesmen menunjukkan perkembangan perilaku yang cukup positif sejak menjalani pendidikan di SLB.
Perilaku mengambil barang milik orang lain, memasuki rumah warga tanpa izin, merusak barang, hingga meludah sembarangan disebut telah jauh berkurang.
Masih Kerap Mencium Bau BBM
Meski menunjukkan perkembangan, H masih berulang kali mencium bau BBM dengan membuka tangki sepeda motor milik warga.
Menurut Kemensos, perilaku tersebut masih memerlukan penanganan dan pendampingan berkelanjutan karena berpotensi membahayakan keselamatan anak.
Selain pendampingan sosial, H juga masih menjalani pengobatan rutin oleh dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater) melalui layanan rawat jalan.
Di sisi lain, H juga menjalani penanganan lanjutan oleh dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sesuai rujukan medis.
Rehabilitasi Sosial Dipertimbangkan Bila Diperlukan
Kemensos menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, dan keluarga dalam menyusun intervensi yang komprehensif.
"Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, serta keluarga untuk menyusun intervensi yang komprehensif sesuai kebutuhan H. Hasil pemeriksaan medis lanjutan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk layanan rehabilitasi sosial yang paling tepat," katanya.
Apabila hasil asesmen menunjukkan perilaku berisiko masih terus berulang dan keselamatan anak belum dapat dijamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kemensos akan mempertimbangkan rujukan ke sentra rehabilitasi yang ramah anak serta memiliki kapasitas menangani anak penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.
"Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan, pengembangan kemampuan komunikasi, pembinaan perilaku, serta penguatan fungsi sosial anak dengan tetap melibatkan keluarga dalam proses rehabilitasi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhaj memperkuat integrasi data setelah menemukan 597.860 data jemaah bermasalah di tengah antrean haji yang mencapai 5,7 juta orang.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.
Michael Smith dipenjara 18 bulan setelah menggunakan lagu AI dan ribuan akun bot untuk memanipulasi pemutaran musik serta meraup jutaan dolar royalti.