TKN: Jika Tak Bayar Pajak, Pendukung Prabowo-Sandi Sebaiknya Jangan Naik MRT & Menginjak Jalan

Arief Puyuono - JIBI/Bisnis Indonesia/Jaffry Prabu Prakoso
16 Mei 2019 20:32 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga heran dengan seruan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyouono yang mengajak pendukung Prabowo-Sandi memboikot pemerintah dan tidak bayar pajak.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2019), Puyuono menyebut masyarakat tidak perlu mengakui pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019 sebab dipenuhi dengan kecurangan.

"Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate," ujar Puyuono.

Arya balik menyindir dan mengatakan seharusnya anggota DPR RI dari Gerindra tidak menerima gaji yang berasal dari pajak rakyat.Mereka sebaiknya juga tak memakai sarana dan prasarana publik karena itu juga berasal dari pajak.

"Ingatkan sekretariat DPR RI dan MPR RI jangan membayar gaji anggota fraksi dari Genrindra dan seluruh staf pendukungnya. Termasuk THR [Tunjangan Hari Raya], karena THR pekan depan sudah cair, jangan dikasih," ungkap Arya di Posko Cemara TKN Jokowi-Ma'ruf, Kamis (16/5/2019).

"Bukan saya enggak kasihan, tapi ternyata Gerindra meminta supaya tidak bayar pajak. Konsekuensi, dong. Berikutnya banyak, nanti jangan lewat jalan raya. Itu semua kan sarana publik dari pajak. Jangan nikmati lampu jalan, jangan naik busway apalagi MRT [Mass Rapid Transit]! Naik apa? Nginjak aja nggak bisa, karena lu nginjak kaki aja di jalan raya lu bayar pajak. Jadi melayang," kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia