Dua Warga Ditembak Saat Festival Lembah Baliem di Jayawijaya
Penembakan terjadi di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya. Dua warga terluka dan kini dirawat di RSUD Wamena.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Krimsus, Polda Mertojaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018). (Antara - Reno Esnir)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan penghitungan suara Pemilu 2019 namun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengklaim bahwa pasangan capres-cawapres nomor urut 2 menang Pilpres 2019 dengan meraup 54,24 persen suara pada Selasa (14/5/2019). Klaim ini memantik pertanyaan baru. Pasalnya, sebelumnya BPN mengklaim kemenangan hingga 62%.
Pascapencoblosan pada 17 April lalu, Prabowo langsung mendeklarasikan kemenangannya dengan suara mencapai 62%. Saat itu, Prabowo langsung menyatakan dirinya sebagai pemenang dan bersujud syukur. Lalu apa yang membuat angka itu berubah?
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo – Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengakui perbedaan persentase perolehan suara itu. Dia beralasan penurunan persentase itu lantaran mengikuti proses pengumpulan data menggunakan form C1 plano.
Kata dia, persentase yang didapatkan tersebut juga mengalami naik turun. Menurutnya hal itu sama seperti hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Waktu pada saat itu proses C1 kan, dia terus bergerak sama dengan Situng KPU," kata Dahnil di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jl Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019). Sebagai catatan, meski penghitungan terus berjalan, persentase Situng KPU cenderung stabil dari 53% : 46% hingga 56% : 43%.
Seperti klaim Dahnil, alasan serupa juga disampaikan oleh Dewan Pengarah BPN Prabowo - Sandiaga, Fadli Zon. Saat ditemui wartawan di Gedung Nusantara III DPR, Fadli mengatakan perubahan angka tersebut dikarenakan adanya proses verifikasi data sehingga yang semula diketahui mendapatkan 62% menjadi 54%.
54,91 TPS
Sebelumnya, BPN mengklaim Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sudah mengungguli pasangan nomor urut 01 Jokowi – Maruf Amin dalam perolehan suara Pilpres 2019.
Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN), Laode Masihu Kamaluddin, mengatakan bahwa jagoannya mendapat suara 48.657.483 atau 54,24 persen. Sementara itu pasangan Jokowi-Amin dalam hitungan versi mereka memperoleh 39.599.832 atau 44,14 persen.
Hasil ini, kata BPN, berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan relawan. Data dari sistem informasi Direktorat Satgas BPN itu baru masuk sekitar 54,91 persen atau sekitar 444.976 dari 810.329 tempat pemungutan suara (TPS).
“Angka ini sudah melebihi dari keperluan ahli-ahli statistik, angka sudah valid sudah bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,” katanya di Jakarta, Selasa (14/5/2019).
Meski belum terkumpul semua, Laode memastikan bahwa Prabowo-Sandiaga memenangi Pilpres 2019. Ini karena perubahan persentase tidak akan berubah hingga akhir.
Karena sudah yakin menang, Laode yang menjadi pembisik Prabowo telah unggul 62 persen itu mengklaim hanya kecurangan yang dapat mengubahnya. “Angka ini bisa diubah kalau dirampok. Inilah kondisi kita hari ini. Maka kita sampai pada keyakinan bahwa Prabowo-Sandi adalah pemenang,” jelasnya.
Laode mengaku tidak takut apabila apa pihak yang ingin mengadu data terkait hasil tersebut. Menurutnya, ini adalah C1 yang dihimpun dari para relawan dan juga dibantu para ahli IT dan sudah terverifikasi.
“Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku. Kita memasuki era baru, yaitu big data dan inilah kita sampai keyakinan bahwa Prabowo-Sandi Presiden RI 2019-2024,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com, Bisnis/JIBI, Solopos
Penembakan terjadi di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya. Dua warga terluka dan kini dirawat di RSUD Wamena.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.