Istiqlal Keluarkan Rp2 Miliar untuk Takjil Ramadan

Takjil di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Kota Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 Mei 2019 17:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengelola Masjid Istiqlal harus menggelontorkan dana sebesar sedikitnya Rp2 miliar untuk memberikan layanan 3.500 porsi takjil setiap hari selama Ramadan. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam.

Dana sebanyak itu kata dia, sebagai salah satu kendala yang dihadapi pihaknya saat Ramadan tiba. Untungnya, pada Ramadan kali ini, pengelola Masjid Istiqlal mendapat bantuan atau sumbangan dari lembaga-lembaga pemerintahan dan swasta.

“Kendala ya pasti besar. Terutama ini kan penyediaan takjil selama bulan puasa kan anggarannya enggak main-main ya. Rp2 miliar lebih, hampir Rp3 miliar lah. Bayangin ada 3.500 boks nasi setiap hari,” ujar Abu Jumat (10/5/2019).

“Untuk tahun ini ada Kemendikbud dalam hal ini Direktorat Diplomasi Budaya itu bantu kami, Pemprov DKI, kantor Bank Indonesia, kemudian Kementerian ESDM Pak Jonan itu juga membantu, dari bank-bank syari'ah, kemudian perwakilan negara-negara sahabat, Uni Emirat Arab melalui Bulan Sabit Merahnya sama Darul Bir, lembaga sosial mereka,” ucapnya menimpali.

Kendati banyak bantuan yang datang, namun sampai saat ini dana yang terkumpul belum mencapai kebutuhan sebanyak Rp2 miliar. Jika masih tak tercukupi juga, maka pengelola harus rela mamakai uang kas masjid guna menutup kekurangan anggaran itu.

“Artinya, bisa ditutupi anggaran itu, tapi banyak juga kami nombok setiap tahun ke tahun. Ya, pernah juga ada yang ketutup ya dari sumbangan masyarakat itu, kalau seandainya kurang maka terpaksa pakai uang kas masjid,” kata dia.

Oleh karenanya dirinya berharap pemerintah bisa memberikan partisipasi. Pasalnya, menurut dia, di Masjid Istiqlal perayaan Ramadan tidak semata dirayakan satu golongan saja, namun juga telah mencerminkan kerukunan dalam memaknai kemajemukan di Indonesia.

“Karena terus terang buka puasa di Masjid Istiqlal ini betul-betul seperti sebuah festival, sebuah rasa syukur, yang datanag ke Masjid Istiqlal ini siapapun kami terima, enggak pernah kami tanya puasa atau enggak, agama kamu apa, suku kamu apa. Pokoknya dia datang dengan pakaian yang rapih, bersih kami berikan. Kami menghormati,” tuturnya.

“Nah, ini kan bagus nih, ini menjadi kebanggaan kita, ini yang bisa kita jual, bagaimana kita di Indonesia memaknai kemajemukan penuh dengan kedamaian, sayang sekali kalau pemerintah tidak memanfaatkan momen seperti ini,” kata Abu.

Sumber : Okezone.com