Bantu Penderita Krisis Kesehatan Mental, Para Pangeran Inggris dan Istrinya Luncurkan Layanan Pesan Teks

Pangeran Harry dan Meghan Markle, serta Pangeran William dan Kate Middleton dalam acara peringatan Perang Dunia I di Westminster Abbey Inggris. - Instagram@kensingtonroyal
11 Mei 2019 10:27 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Kerajaan Inggris melalui Pangeran William dan Kate Middleton, serta  Pengeran Harry dan Meghan Markle  tengah berupaya membantu masyarakat yang menderita krisis kesehatan mental dengan meluncurkan layanan pesan teks. 

Kedua pangeran muda itu memang telah mendapat banyak pujian karena seringkali membicarakan perjuangan mereka dalam menghadapi kondisi mental yang tertekan setelah kematian ibu mereka, Putri Diana dalam kecelakaan pada 1997.

Keduanya juga telah berkomitmen menjadikan isu kesehatan mental sebagai salah satu hal yang akan difokuskan di masa mendatang.

Layanan pesan teks yang dirilis itu bernama Shout yang memiliki tujuan untuk memberikan dukungan 24 jam selama 7 hari  bagi orang-orang yang menderita krisis seperti pikiran untuk bunuh diri, masalah hubunga, hingga masalah hubungan.

Nantinya, orang-orang tersebut akan dihubungkan dengan para relawan terlatih yang akan membantu mereka menemukan dukungan moral jangka panjang.

“Kami sangat senang meluncurkan layanan ini. Mengetahui Hal ini memiliki potensi untuk menjangkau ribuan orang yang rentan setiap hari. Kami berharap banyak dari Anda yang akan bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari sesuatu yang istimewa,” kata para bangsawan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/5/2019).

Layanan pesan teks dipilih karena bisa lebih mendekatkan orang secara lebih pribadi. Artinya, mereka bisa menggunakan layanan ini di berbagai tempat, seperti sekolah, bus atau rumah tanpa perlu diketahui orang lain. 

Sebagai salah satu orang yang terlibat sejak awal, Pangeran William dalam sebuah video menyatakan bahwa saat ini telah ada sekitar 1.000 orang relawan yang tergabung dan diharapkan bisa menjadi 4.000 orang dalam waktu yang singkat.  

 

Sumber : bisnis.com